Menguak Filosofi Makna Jurus Ngaguar Diri Sebagai Metode Penyembuhan Penyakit
Hadirnya Jurus Ngaguar Diri sebagai salah satu metode alternatif penyembuhan, memberikan warna baru dalam dunia medis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Hadirnya Jurus Ngaguar Diri sebagai salah satu metode alternatif penyembuhan, memberikan warna baru dalam dunia medis.
Pasalnya, semua jurus yang terdapat dalam Jurus Ngaguar Diri terinspirasi dari sebuah seni beladiri tradisional khas Indonesia, yakni Pencak Silat.
Meski begitu, Jurus Ngaguar Diri disebut-sebut memiliki perbedaan tersendiri dari jurus-jurus pencak silat pada umumnya.
Pencipta Jurus Ngaguar Diri, Yuliawan Kasmahidayat mengungkapkan, Jurus Ngaguar Diri lebih mengarah kepada spiritual di mana dirinya mencoba menekankan pada sebuah totalitas dan keyakinan diri terhadap Sang Pencipta.
"Karena pasti ada satu cara mengapa kita harus memaksimalkan potensi yang ada pada diri untuk menyembuhkan penyakit," katanya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Jurus Ngaguar Diri merupakan merupakan bagian dari aliran Silat Cimande. Namun, tak dipungkiri ada juga aliran silat lain yang masuk sesuai dengan pendalaman yang dilakukan dirinya.
"Tapi untuk pengembangan Jurus Ngaguar Diri untuk penyembuhan penyakit ini baru bisa menggunakan aliran Silat Cimande," jelasnya.
Menurutnya, saat dipublikasikan Jurus Ngaguar Diri ini sempat mendapat respons dari salah seorang tokoh persilatan di Jabar yang menyebut keempat gerakan dari Jurus Ngaguar Diri memberikan keleluasaan untuk bisa dikembangkan.
"Artinya, setiap jurus ada titik sentuh untuk syaraf yang sedang sakit," imbuhnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, Jurus Ngaguar Diri ini memiliki filosofi tersendiri, seperti 'Ngaguar' yang dalam Bahasa Sunda berarti membuka aura, menciptakan ion positif, membuka dan lain sebagainya.
"Tetapi ketika 'Ngaguar' disertai kata 'Diri' itu sangat filosofis karena sebagai makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita tidak boleh lengah terhadap berbagai penyakit," terangnya.*** (agus satia negara).
Editor : Ahmad Sayuti

