Menikmati Momen Pergantian Tahun di Glamping Legok Kondang

MENIKMATI Momen pergantian tahun dengan di lembah perbukitan hijau nan asri dan alami menawarkan sensasi berbeda bagi sebagian wisatawan. Satu tempat yang menjadi banyak pilihan wisatawan adalah Legok Kondang Glamour Camping (Glamping) di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey yang menawarkan suasana camping dengan fasilitas hotel berbintang.

Menikmati Momen Pergantian Tahun di Glamping Legok Kondang

MENIKMATI Momen pergantian tahun dengan di lembah perbukitan hijau nan asri dan alami menawarkan sensasi berbeda bagi sebagian wisatawan. Satu tempat yang menjadi banyak pilihan wisatawan adalah Legok Kondang Glamour Camping (Glamping) di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey yang menawarkan suasana camping dengan fasilitas hotel berbintang.

Alam yang hijau dengan rindang pepohonan di hutan disekitar lembah mampu  mengusir penat sepanjang perjalanan. Suara burung dengan semilir angin pegunungan terasa sejuk menyapa siapa saja yang datang ke Glamping Legok Kondang. Tiba di lokasi, beberapa tenda putih dengan bangunan kayu terlihat berjejer berselang di antara pepohonan.

"Liburan di tempat ini benar benar kembali ke alam. Apalagi tidurnya di dalam tenda. Tapi walaupun di tenda kita tetap merasa nyaman karena fasilitas di tenda ini layaknya di dalam kamar hotel berbintang. Tempat tidur, TV, kamar mandi dengan pemanas air dan pelayanannya yah seperti menginap di hotel tapi pas buka pintu langsung menyatu dengan alam yang hijau sejuk dan asri," kata Ridwan (55) salah seorang pengunjung asal Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Tempat yang relatif sepi namun tetap penuh kehangatah khas tanah Sunda, menjadi alasan lainnya bagi Ridwan dan keluarganya untuk berlibur di tempat itu. Keindahan alam dengam kesejukannya cukup menenangkan hati dan pikiran. Namun tetap penuh keceriaan dan kegembiraan. Pasalnya, selain penginapan, lokasi tersebut juga menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak, memberi makan rusa, paint ball, offroad mobil dan juga jalan jalan ke bukit bukit hutan milik Perhutani yang ada disekeliling lembah tersebut.

"Enak suasananya jauh dari keramaian kota, sepi tapi tetap menarik dan seru ajah. Anak anak juga betah nginep disini, apalagi ada kegiatan outbond dan memberi makan rusa. Mereka senang sekali karena tempat seperti ini enggak ada di Jakarta," ujarnya.

Front Desk Agent Glamping Legok Kondang, Adrian Renatama menjelaskan, tempat seluas kurang lebih 4 hektare ini dibangun di sebuah lembah yang dikelilingi bukit dan berbatasan langsung dengan hutan sosial milik Perhutani.

Konsep dari Glamping Legok Kondang sendiri adalah menghadirkan suasana kemping di dalam tenda, namun pengunjung yang menginap akan mendapatkan fasilitas layaknya disebuah kamar hotel berbintang. Bahkan, untuk beberapa unit tenda di tempat ini dilengkapi dengan kolam rendam dan juga kolam renang berukuran sedang.

"Selain fasilitas tenda seperti hotel, tamu disini lebih privat, jadi suasananya lebih tenang dan nyaman. Karena tempat ini hanya didatangi oleh tamu yang mau menginap, enggak bercampur sama tempat atau objek wisata lainnya," ujarnya.

Dikatakan Adrian, di tempat ini terdapat 27 unit tenda glamping dengan lima tipe dan total daya tampungnya sekitar 170 orang. Tempat ini biasanya menjadi langganan wisatawan dengan segmen keluarga dan juga wisatawan korporasi. Karena menawarkan suasana liburan yang berbeda, tak heran sejak usai dibangun pada 2012-2013 lalu tempat yang berada di lembah terpencil jauh dari keramaian ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

"Selain mengingap wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam di lembah ini. Termasuk pagi pagi menyaksikan matahari terbit (sunrise) dari atas bukit. Disana kami sediakan tempat untuk melihat sunrise. Kemudian kami juga tengah membangun kolam renang umum, karena yang ada sekarang baru kolam rendam dan kolam renang kecil dibeberapa unit tenda saja,"katanya.

Sejauh ini, lanjut Adrian, tempat wisata yang datang ketempat ini masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri seperti dari Jakarta dan daerah lainnya. Sedangkan dari mancanegara, yang terbilang sering yakni dari Singapura dan Malaysia.

"Dari 20 Desember sampai 5 Januari 2020 mendatang, Alhamdulilah sudah terisi penuh. Wisatawan sekarang lebih tertarik untuk liburan di alam yang masih asri dan sejuk, sehingga animo masyarakat dari tahun ke tahun terus meningkat," ujarnya.(rd dani r nugraha).

 


Editor : Ghiok Riswoto