Menjelang Kickoff Super League 2025/2026: Mengintip 18 Markas Klub dari JIS hingga Kie Raha
Super League 2025/2026 akan segera bergulir pada awal Agustus dengan wajah baru, semangat baru, dan markas kebanggaan yang siap membakar semangat persaingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Super League 2025/2026 akan segera bergulir pada awal Agustus dengan wajah baru, semangat baru, dan markas kebanggaan yang siap membakar semangat persaingan.
Dari Jakarta hingga Ternate, stadion-stadion yang menjadi kandang klub-klub peserta Super League musim ini siap menyambut gemuruh suporter dan euforia sepak bola Indonesia.
Selain perombakan nama dari Liga 1 menjadi Super League, klub-klub peserta juga sibuk memoles wajah mereka.
Tak hanya mendatangkan pelatih anyar atau memperpanjang kontrak bintang, pemilihan stadion kandang menjadi elemen vital dalam perjalanan kompetisi kasta tertinggi ini.
Dilansir dari ANTARA, berikut ini stadion-stadion yang akan menjadi kandang 18 klub peserta Super League musim 2025/2026:
- Jakarta International Stadium (JIS) – Persija Jakarta
Dengan kapasitas ±82.000, JIS menjadi stadion terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Berlokasi di Jakarta Utara, stadion ini memiliki teknologi canggih seperti atap buka-tutup dan rumput hybrid.
Pemerintah Provinsi Jakarta telah memastikan dukungannya agar Persija bisa berkandang di JIS secara penuh musim ini.
- Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) – Persib Bandung
Setelah sempat berpindah-pindah kandang, Maung Bandung kembali ke GBLA yang berkapasitas ±38.000 penonton. Stadion ini akan menjadi markas permanen mereka setelah kesepakatan pengelolaan jangka panjang dengan Pemkot Bandung.
- Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) – Persebaya Surabaya
Markas kebanggaan Bonek ini memiliki kapasitas ±46.800 dan pernah direnovasi besar-besaran untuk Piala Dunia U-20 dan U-17. GBT kini menjadi rumah penuh semangat bagi Persebaya.
- Stadion Kanjuruhan – Arema FC
Kembali setelah tragedi kelam, Arema FC membawa semangat baru ke stadion yang kini hanya menampung ±21.600 penonton pasca-renovasi dan audit keselamatan ketat.
- Stadion Kapten I Wayan Dipta – Bali United
Berbasis di Gianyar, stadion ini menjadi simbol klub modern dan profesional. Kapasitasnya ±18.000, namun atmosfernya membara saat Serdadu Tridatu berlaga.
- Stadion Segiri – Borneo FC Samarinda
Stadion kecil berkapasitas ±13.000 ini menjadi magnet sepak bola Kalimantan. Pusamania menjadikannya neraka bagi tim tamu meski fasilitasnya sederhana.
- Stadion Sumpah Pemuda – Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Klub promosi yang kini bermarkas di Bandar Lampung ini berharap membangun fanbase baru dengan stadion ±25.000 penonton sebagai pusat kebangkitan mereka.
- Banten International Stadium (BIS) – Dewa United FC
Stadion baru berkapasitas ±30.000 ini jadi rumah Anak Dewa setelah sukses menembus posisi kedua musim lalu. BIS di Serang akhirnya punya penghuni tetap.
- Stadion Gelora Ratu Pamelingan – Madura United FC
Berada di Pamekasan, stadion ±13.500 ini kembali jadi markas utama setelah sempat pindah. Dukungan Laskar Sakera akan kembali memenuhi tribun.
- Stadion Gelora Kie Raha – Malut United FC
Dengan kapasitas ±15.000, stadion di Ternate ini menandai kembalinya wakil Maluku Utara ke kasta tertinggi. Meski masih dalam pembenahan, semangat masyarakat lokal sangat tinggi.
- Stadion Gelora Bumi Kartini – Persijap Jepara
Stadion kecil ±8.570 ini akan kembali ke panggung utama. Jetman dan Banaspati akan jadi kekuatan tambahan bagi Laskar Kalinyamat.
- Stadion Brawijaya – Persik Kediri
Markas klasik Persik dengan kapasitas bervariasi 10.000–20.000. Meski tidak besar, Brawijaya dikenal angker bagi lawan karena atmosfer yang diciptakan Persikmania.
- Stadion Manahan – Persis Solo
Salah satu stadion terbaik pasca-renovasi, kapasitas ±20.000. Pernah jadi venue final Piala Dunia U-17, kini kembali menjadi benteng Laskar Sambernyawa.
- Stadion Sport Center Kelapa Dua – Persita Tangerang
Dikenal sebagai Indomilk Arena, stadion ini berkapasitas ±15.000 dan menjadi rumah bagi Pendekar Cisadane sejak era Liga 2.
- Stadion Maguwoharjo – PSBS Biak
Markas sementara klub Papua ini, berkapasitas 20.000–40.000, menggantikan Stadion Cendrawasih yang belum memenuhi standar Super League.
- Stadion Maguwoharjo – PSIM Yogyakarta
Satu stadion untuk dua klub! PSIM juga akan menggunakan Maguwoharjo karena Stadion Mandala Krida belum layak digunakan. Renovasi tengah dikebut.
- Stadion Gelora BJ Habibie – PSM Makassar
Berlokasi di Parepare, stadion ini hanya menampung ±8.000 penonton, namun jarak tribun ke lapangan yang dekat membuat atmosfernya sangat terasa.
- Stadion Haji Agus Salim – Semen Padang FC
Markas legendaris klub Galatama ini kembali bergemuruh. Kapasitas ±11.000, namun sejarah dan semangat The Kmers menjadikannya salah satu benteng tangguh di Sumatera.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

