Menyebut Bruno Mars Bukan BLACKPINK dan BLINK saat Wawancara, Rose Langsung Dikritik Netizen

Rose langsung menyebut Bruno Mars saat ditanya huruf B, bukan menyebut BLACKPINK atau BLINK.

Menyebut Bruno Mars Bukan BLACKPINK dan BLINK saat Wawancara, Rose Langsung Dikritik Netizen
Rose BLACKPINK dan Bruno Mars.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini Rose BLACKPINK melakukan Wawancara dan menjawab beberapa pertanyaan.

Selama segmen saat Rose BLACKPINK diminta menyebutkan sesuatu yang dimulai dengan huruf B, Rose langsung menyebut Bruno Mars, kolaboratornya dalam lagu hit global “APT.”, dan mengatakan huruf itu “terasa seperti Bruno” .

Sebuah klip momen itu beredar secara online dan memicu reaksi keras dari sebagian masyarakat.

‎Para penggemar mengungkapkan rasa frustrasi karena Rose tidak menyebut BLACKPINK atau BLINK (nama fandom) tetapi malah menyoroti artis lain.

‎Beberapa komentar berpendapat bahwa karier solonya yang sukses telah membuatnya melupakan grup BLACKPINK dan BLINK setia yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun.

Namun, banyak yang membela Rose, dengan menunjukkan bahwa pertanyaan tersebut berada dalam konteks konsep di balik album solonya 'rosie' dan tema “APT.”

‎Memang, ketika ditanya tentang S, Rose menjawab Somaek, minuman bir dan soju Korea yang populer yang dirujuk dalam “APT.”

‎Kritikus mungkin bereaksi berlebihan, kata penggemar: pilihan itu bersifat tematik, bukan indikasi ketidaksetiaan.

‎Kehadiran Rose yang biasa-biasa saja di Los Angeles juga dicatat, memicu spekulasi beberapa minggu sebelum tur dunia BLACKPINK mendatang 'DEADLINE' dimulai di Seoul pada tanggal 5 Juli.

‎Beberapa orang bertanya-tanya apakah jadwalnya di AS dapat mengganggu latihan grup.

‎Penggemar meyakinkan semua orang bahwa jadwal Rose secara individu telah dijadwalkan sebelumnya dan tidak akan berdampak negatif pada persiapan tur BLACKPINK.

Saat BLACKPINK mempersiapkan debut tur dunia 'DEADLINE' mereka, komentar Rose mengingatkan kita bagaimana setiap kata yang diucapkan idola K‑Pop dapat dibesar-besarkan dan terkadang disalahartikan oleh penggemar dan publik.***


Editor : Irma Nurfajri