Menyongsong Kiblat Industri Busana Muslim Dunia

Perkembangan industri busana muslim Tanah Air kini semakin pesat. Bahkan, banyaknya perusahaan pelaku industri fesyen yang dikelola para pengusaha Indonesia itu diyakini dapat menjadi kiblat bagi indu

Menyongsong Kiblat Industri Busana Muslim Dunia
INILAH, Bandung - Perkembangan industri busana muslim Tanah Air kini semakin pesat. Bahkan, banyaknya perusahaan pelaku industri fesyen yang dikelola para pengusaha Indonesia itu diyakini dapat menjadi kiblat bagi industri busana muslim dunia.
 
Keyakinan itu dingkapkan CEO Busana Muslim Nibras Zaki Jauhar. Sebagai pengusaha, untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia itu pihaknya membangun berbagai strategi. 
 
“Kami berusaha mengejar dan menyambut peristiwa bersejarah tersebut yang akan di mulai pada 2020 dengan memperluas jaringan kemitraan. Bayangkan, dalam kurun waktu kurang dari 1,5 tahun jumlah outlet resmi kami sudah 105 outlet tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bahkan sudah sampai ke Malaysia,” kata Zaki, Senin (4/3/2019).
 
Menurutnya, berbagai strategi dibuat dari berbagai pengembangan. Ini dilakukan untuk meminimalisir berbagai hal dan kekurangan sebagai persiapan yang matang untuk menyongsong kiblat busana muslim dunia. 
 
Selain itu, pihaknya juga memberikan sebuah terobosan baru di dunia busana muslim. Mulai dari  produk-produk berkualitas baik model, warna, bahan, maupun harganya yang terjangkau.
 
Dia menjelaskan, saat ini para pelaku bisnis yang berkembang ini semakin banyak. Tingkat persaingan bisnis pun ketat. Kondisi itu diakuinya justru menunjang untuk berlomba-lomba memberikan produk berkualitas tinggi kepada konsumen. 
 
“Persaingan di industri fesyen muslim ini sangat ketat. Masing masing brand mengedepankan model warna dan bahan yang unggul. Pada posisi ini siapa yang menang adalah siapa yang memiliki tingkat kreativitas yang tinggi,” ucapnya seraya mengakui tak gentar dengan tantangan bisnis yang ada. 
 
Zaki menyebutkan, industri busana muslim di Indonesia saat ini cenderung tumbuh positif dan banyak diminati berbagai pihak. Mulai dari pebisnis hingga para selebritas yang memiliki brand busana muslim masing-masing. 
 
Dia menjelaskan, pangsa pasar busana muslim di Indonesia relatif besar. Potensi industri busana muslim di Indonesia didukung faktor jumlah penduduk muslim mencapai 222 juta jiwa. Jumlah ini menempati peringkat pertama dari 10 negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia. 
 
“Jadi, wajar saja Indonesia menjadi buruan bagi para pemilik brand luar dan dalam negeri. Terlebih, pasar Indonesia sangat konsumtif,” tambahnya.
 
Sejumlah merek busana muslim Tanah Air kini bersaing memperebutkan posisi top of mind di market Indonesia. Ini sebagai salah satu bukti eksistensi para pelaku industri busana muslim terbaik.


Editor : inilahkoran