Meski Digratiskan, Minat Siswa Mendaftar di SMA/SMK Swasta di Bandung Barat Masih Rendah
Minimnya minat calon peserta didik baru (CPDB) pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024 jenjang SMA/SMK dikeluhkan sejumlah sekolah swasta di Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Minimnya minat calon peserta didik baru (CPDB) pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024 jenjang SMA/SMK dikeluhkan sejumlah sekolah swasta di Bandung Barat.
Salah satunya dialami SMK Darul Ulum yang berlokasi di Desa Margaluyuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya, hingga menjelang akhir PPDB, SMK Darul Ulum baru menerima 20 CPDB.
"Jika dibandingkan SMA/SMK negeri, jumlah pendaftar CPDB di SMK Darul Ulum mengalami penurunan cukup signifikan," kata Kepala Sekolah SMK Daarul Ulum, M Fathan Fadilah kepada wartawan baru-baru ini.
Kendati ada aturan zonasi, ungkap Fathan, masyarakat cenderung lebih mengutamakan anak-anaknya untuk mendaftar di sekolah-sekolah negeri.
"Minat siswa untuk tahun ini anjlok karena memang di daerah Cipeundeuy masih banyak sekolah negeri sehingga minat masuk ke sekolah swasta itu jadi rendah," ungkapnya.
Padahal, sambung Fathan, SMK Darul Ulum menargetkan siswa baru sebanyak 50 orang pada PPDB 2024 ini. Namun, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sekolah SMA/SMK Negeri masih menjadi favorit masyarakat pada PPDB tahun ini.
Sebaliknya, animo masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya di sekolah swasta masih terbilang rendah.
"Siswa lebih antusias daftar ke SMK dan SMA negeri. Memang tahun sekarang minat siswa dominasinya ke sekolah negeri," katanya.
Padahal, terang Fathan, siswa yang bersekolah di SMK Daarul Ulum tidak dipungut biaya alias gratis. Adapun biaya operasional sekolah hanya mengandalkan bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah.
"Memang di sekolah kami BOS masih berjalan. SMK Daarul Ulum juga biaya masuk dan sementaranya gratis," terangnya.
Meski pun gratis, sebut Fathan, tak banyak yang mendaftar di SMK Daarul Ulum. Menurutnya, hal ini disebabkan adanya aturan PPDB seperti zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi.
Oleh karena itu, untuk menarik siswa pihaknya gencar mempromosikan melalui pintu ke pintu.
"Kami memang blusukan datang ke rumah-rumah warga, menawarkan program-program Sekolah," sebutnya.
Ditanya jumlah siswa yang saat ini ada di SMK Darul Ulum, Fathan membeberkan, semuanya ada enam rombongan belajar atau rombel, satu rombel terdiri dari 20 siswa.
Namun, Fathan mengakui, pada PPDB pihaknya tidak terlalu berpatokan pada gelombang pendaftaran.
"Ada Enam rombel. Satu rombelnya sekitar 20 siswa. Di sini memang tidak ada gelombang. Mungkin sekarang sudah masuk dua," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti


