INILAHKORAN, Bandung - Manajer Manchester City
Pep Guardiola yakin Lionel
Messi adalah pemain terhebat sepanjang masa (GOAT) setelah Argentina mengangkat trofi
Piala Dunia 2022 pada 18 Desember lalu.
Adapun,
Messi pernah berada di bawah asuhan pelatih
Pep Guardiola di Barcelona sejak 2008 sampai 2012, hingga akhirnya Pep meninggalkan Barca untuk memulai petualangan barunya bersama Bayern Munchen dan kini menukangi Manchester City.
Usai
Piala Dunia 2022, Pep ditanya terkait
Messi, mantan anak asuhnya yang akhirnya berhasil membawa Argentina meraih gelar paling bergengsi di sepakbola internasional itu.
"Setiap orang punya pendapat tapi tidak ada yang bisa meragukan dia sebagai yang terhebat sepanjang masa," ujar
Pep Guardiola, dikutip sportskeeda.
"Bagi saya dia yang terbaik, sulit dipahami seorang pemain bisa menyaingi apa yang telah dia lakukan. Orang-orang yang melihat Pele atau Di Stefano atau Maradona," tambahnya.
"Pendapatnya sentimental, tetapi di sisi lain, jika dia tidak memenangkan Piala Dunia, pendapat dan pendapat saya tidak akan berubah. Wajar jika orang bergantung pada apakah Anda menang atau Anda dievaluasi. Ceri terakhir dari sebuah karir yang luar biasa," jelasnya.
Karier
Messi sangat luar biasa, dengan raihan 10 gelar La Liga, tujuh trofi Copa del Rey, dan empat trofi Liga Champions UEFA. Dia juga telah memenangkan rekor tujuh penghargaan Ballon d'Or, dua lebih banyak dari Cristiano Ronaldo.
Sementara itu, perjalanan Argentina di
Piala Dunia 2022 sangat meyakinkan meski kalah di laga pembuka melawan Arab Saudi.
Skuat Albiceleste mampu bangkit dan memenangkan semua pertandingan termasuk di final melawan juara bertahan Prancis.
Pertandingan antara Argentina-nya
Messi dan Prancis-nya Kylian Mbappe menjadi tontonan yang menarik dan mendebarkan untuk disaksikan, hingga banyak penggemar menganggap laga tersebut adalah final terbaik di sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dalam laga itu,
Messi mengantongi dua gol sementara Mbappe mencetak hat-trick. Kedudukan sama kuat 3-3 dan memaksa dilanjutkan dengan babak adu penalti.
Sayangnya, Prancis gagal dalam adu penalti setelah kegagalan dari Aurelien Tchouameni dan Kingsley Coman, kalah dari Argentina 4-2.***(Ridwan Firdaus)