Manchester City vs Bayern Munchen 3-0, Catat! Ini Taktik Jenius Pep Guardiola yang Bawa Kemenangan

Pep Guardiola akhirnya mengunci pasukan Thomas Tuchel. Dua taktik jeniusnya membawa Manchester City menggilas Bayern Munchen di ajang Liga Champions.

Manchester City vs Bayern Munchen 3-0, Catat! Ini Taktik Jenius Pep Guardiola yang Bawa Kemenangan
Pep Guardiola menerapkan dua taktik jenius yang membawa Manchester City membungkam Bayern Munchen 3-0 di perempat final Liga Champions.

INILAHKORAN, BandungPep Guardiola akhirnya mengunci pasukan Thomas Tuchel. Dua taktik jeniusnya membawa Manchester City menggilas Bayern Munchen di ajang Liga Champions.

Manchester City menaklukkan Bayern Munchen 3-0 pada laga pertama perempat final Liga Champions. Gol-gol dari Rodri, Bernardo Silva, dan Erling Haaland membawa kemenangan pasukan Pep Guardiola itu.

Kini, satu kaki Manchester City sudah berada di semifinal Liga Champions. Anak asuh Pep Guardiola tinggal mengamankan posisi pada laga kedua di kandang Bayern Munchen.

Bernardo Silva boleh mencetak gol cantik. Erling Haaland pun dipuji karena mematahkan rekor gol. Tapi, kunci kemenangan Manchester City atas Bayern Munchen ada pada kejeniusan Pep Guardiola.

Ada dua taktik jitunya yang membungkam Bayern Munchen. Pertama adalah penempatan posisi Erling Haaland. Dia kali ini tampil dalam kapasitas yang berbeda dengan biasanya.

Striker itu tak hanya menunjukkan instingnya untuk menggenapkan kemenangan, tetapi ia mampu menimbulkan masalah pada lawan saat menguasai bola.

Haaland  mencatatkan kurang dari 10 sentuhan dalam pertandingan Liga Primer lebih dari sekali. Sangat sedikit, tapi mematikan. Ini pula yang membuatnya sempat dikritik karena menghambat permainan dinamis Manchester City.

Tapi, Tapi melawan Bayern Munchen, dia diberi kebebasan oleh Guardiola untuk turun kapan pun dia mau. Dia mampu menghubungkan permainan dengan jitu, dengan total 28 sentuhan.

Haaland yang berposisi agak ke dalam, memungkinkan Kevin de Bruyne untuk bergerak maju tanpa batasan. Itulah yang membuat gelandang Belgia itu mampu menciptakan tiga umpan yang sangat brilian.

Itu juga berarti City dapat mengubah permainan bertahan menjadi serangan dengan cepat. Ini menjadi bagian yang sangat penting mengingat mereka hanya memiliki 44% penguasaan bola.

Itu jarang terjadi bagi pasukan Guardiola, tetapi bos Manchester Cityitu  membuat timnya sulit untuk dilawan berkat John Stones yang pindah ke lini tengah saat menguasai bola.

Itu adalah peran yang pernah dimainkan Stones dengan efek luar biasa saat Manchester City menggilas Liverpool 4-1 awal bulan ini. Ini pula yang memungkinkan Manchester City untuk melawan ancaman utama yang dimunculkan pemain Bayern Munchen, Jamal Musiala.

Stones menuntaskan 28 umpan. “Ini pembelajaran yang besar. Sudah pasti, itu tidak datang begitu saja. Ini kesempatan untuk menjadi lebih kreatif,” ujar Stones.

Dia mengaku membiarkan hal itu terjadi. Mereka sudah berkumpul selama tujuh tahun. Dia paham, Guardiola tahu apa yang bisa dilakukan.

“Dia takkan melakukannya jika dia tidak percaya saya bisa melakukannya. Kemudian saya mencoba untuk mengekspresikan diri dan melakukan apa yang saya bisa untuk tim,” katanya.

Stones pun menyatakan mencoba tidak melakukannya terlalu sering. “Jika saya tahu saya bisa berbalik dan bermain, saya akan melakukannya. Tapi saya mencoba untuk bermain aman,” tegasnya.

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, memuji habis taktik Guardiola itu. Dia pun mendukung langkah Pep mengganti Kevin de Bruyne.

“Kami melihat de Bruyne ditarik keluar lapangan. Dia tidak senang. Biasa, itu terjadi pada semua pemain, pemain besar. Mereka selalu ingin berada di lapangan sepanjang waktu,” tuturnya.

“Mereka mencetak dua gol langsung setelah itu. Pep akan masuk ke ruang ganti dan berkata: 'Dengar, saya tahu apa yang saya lakukan'.”***


Editor : Zulfirman