Modal Kuat Jawa Barat

Percepatan pemulihan menjadi salah satu tantangan yang harus dilakukan Jawa Barat. Namun dengan berbagai capaian, maka Jawa Barat jelas telah memiliki modal penting untuk bangkit dan berlari cepat

Modal Kuat Jawa Barat

Pandemi Covid-19 mungkin tak lagi seganas di awal kemunculannya. Kendatipun tak dipungkiri angka kasus belum lah benar-benar hilang. 

Turun naik angka kasus masih menjadi sebuah tantangan bagaimana Covid-19 benar-benar mampu dikendalikan. Terlebih fenomena itu hampir merata terjadi di beberapa daerah di Indonesia mulai dari DKI, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk juga Jawa Barat

Merujuk data Pusat Informasi Covid Indonesia, DKI dan Jawa Barat kerap menjadi daerah yang terbilang sering memberikan kontribusi terhadap kenaikan angka kasus Covid-19. Sebagai contoh, data harian pada 26 Agustus 2022. Angka kasus Covid-19 secara nasional terkonfirmasi positif mencapai 4.549 kasus. Data Satgas Covid-19 mencatat penambahan itu diikuti Provinsi Jawa Barat (953 orang), Banten (493 kasus), Jawa Timur (411 kasus), dan Jawa Tengah (154 kasus).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni sebanyak 48.220.094 jiwa (2021), Jawa Barat memang memiliki beban berat dalam pengendalian kasus Covid-19 , termasuk juga berbagai dampak yang ditimbulkannya.

Beruntung, sejauh ini Jawa Barat terbilang sukses mengendalikan angka kasus. Bahkan dalam banyak hal Jawa Barat merupakan daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik di Indonesia. Itu tentu menjadi modal penting bagi Jawa Barat untuk memulihkan kondisi yang terdampak badai Pandemi Covid-19.

Penyematan sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik, memang bukan isapan jempol belaka. Hal itu setidaknya dibuktikan dengan akselerasi pemulihan ekonomi Pemprov Jawa Barat. Lagi-lagi dalam hal ini, Jawa Barat juga patut mendapat apresiasi. Pasalnya berbagai langkah dan strategi yang dilakukan Pemprov Jabar jelas telah banyak membuahkan hasil. 

Indikatornya jelas, sebut saja pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 3,74 poin meningkat 0,5 poin dari tahun 2021. Perekonomian Jawa Barat pada tri wulan pertama 2022 tumbuh mencapai 5,8 persen bahkan melebihi nasional yang berada di kisaran 5,44(yoy).

Hal itu juga menjadi angin segar dan modal penting bagi Jawa Barat untuk dapat lebih cepat bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19. Angka pertumbuhan ekonomi yang positif itu juga menjadi sinyal, Jawa Barat dapat lebih cepat untuk bangkit dan pulih.

Kontribusi Jawa Barat terhadap pemulihan ekonomi nasional juga tak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai ikhtiar yang dilakukan Jawa Barat dalam pemulihan khususnya di sektor ekonomi juga memberi dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. 

Sebagai buktinya, Jawa Barat berturut-turut menjadi tempat investasi terbaik di Indonesia. Tercatat realisasi investasi dari tahun 2021 senilai Rp 136,13 triliun, dengan menyerap 135.638 tenaga kerja. 

Jawa Barat juga menjadi Provinsi pengekspor terbesar, yakni senilai 15,71 miliar dolar AS atau 13,67 persen secara nasional. Pada triwulan kedua 2022, nilai ekspor Jabar sudah mencapai 19,23 miliar dolar AS dan mencatakan sebagai  juara satu tingkat nasional. 

Melihat berbagai capaian tersebut, maka jelas Jawa Barat memilki banyak modal kuat untuk dapat cepat bangkit. Kendatipun, tantangan untuk menuju kesana tidaklah mudah. 

Saat ini , disamping terus melakukan akselerasi dalam mendorong pemulihan, maka Jawa Barat juga masih memiliki tantangan bagaimana agar ledakan kasus tidak kembali terjadi. Maka Jawa Barat sebaiknya tidak mengendorkan semangat gerakan vaksinasi maupun edukasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat.

Dalam hal capaian vaksinasi, melansir data di sejumlah media, Jawa Barat juga terbilang sukses. Lihat saja, cakupan vaksinasi dosis 1 di provinsi Jawa Barat, menurut data hingga Sabtu, 13 Agustus 2022, telah mencapai 85,95 persen. 

Angka ini setara dengan 36,62 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 42,61 juta orang. Sementara untuk vaksinasi dosis 2 hingga kemarin telah tercapai 74,58 persen dari target.

Berdasarkan kelompok sasaran, rincian vaksinasi untuk menangkal virus Covid-19 di provinsi ini yakni kelompok SDM kesehatan dengan target 181,7 ribu peserta. Pada dosis 1, berhasil dilakukan vaksinasi sebanyak 181,7 ribu jiwa (141,99 persen target) dan untuk vaksinasi dosis 2 telah tercapai 138,89 persen atau 252,37 ribu jiwa.

Vaksinasi ke petugas publik dengan target 2,2 juta jiwa. Vaksinasi dosis 1 dilaporkan telah mencapai 2,68 juta jiwa (122,02 persen target) dan dosis 2 dengan capaian 112,69 persen atau berhasil tersalurkan sebanyak 2,47 juta jiwa.

Kemudian vaksinasi ke lansia menarget sebanyak 3,41 juta jiwa. Untuk dosis 1, telah diberikan kepada 3,46 juta jiwa (101,44 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 84,5 persen atau 2,88 juta jiwa.

Vaksinasi ke masyarakat umum yang rentan ditargetkan sebanyak 27,25 juta jiwa. Pada dosis 1, vaksinasi dilaporkan telah diberikan sebanyak 20,98 juta jiwa (77,55 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 67,14 persen atau 18,15 juta jiwa.

Sasaran lainnya, untuk kelompok remaja mulai dari usia 12-17 tahun, Jawa Barat menargetkan 4,87 juta jiwa. Capainnya vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 4,61 juta jiwa (94,77 persen target). Adapun dosis 2 baru tercapai 84,78 persen atau tersalurkan kepada 4,13 juta jiwa.

Saat ini percepatan pemulihan menjadi salah satu tantangan yang harus dilakukan Jawa Barat. Namun dengan berbagai capaian, maka Jawa Barat jelas telah memiliki modal penting untuk bangkit dan berlari cepat.***

Oleh Ghiok Riswoto


Editor : Ghiok Riswoto