Miris! 99,8 Persen Kasus Stunting di Garut Disebabkan Kemiskinan
Sebanyak 99,8 persen kasus stunting di Kabupaten Garut disebabkan kemiskinan. Begini langkah Bupati Rudy Gunawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut- Sebesar 99,8 persen angka anak mengalami stunting di Kabupaten Garut akibat faktor kemiskinan.
Di Kabupaten Garut, banyak keluarga tidak mampu membiayai pola hidup sehat yang berujung anak-anak mengalami stunting.
"Maka dari itu, permasalahan stunting sangat erat kaitannya dengan masalah kemiskinan," kata Bupati Garut Rudy Gunawan saat Launching Kegiatan Orientasi Kader Tim Pendamping Keluarga di Aula Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut Jalan Terusan Pahlawan Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa 31 Mei 2022 kemarin.
Baca Juga: Hoon U KISS dan Hwang Ji Seon Eks Girl's Day Menikah
Saat ini, persentase kemiskinan penduduk di Kabupaten Garut sendiri berada di angka sepuluh persen. Terjadi kenaikan angka kemiskinan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Rudy, hal itu terjadi karena pandemi Covid-19. Padahal sebelumnya pada 2019, kemiskinan di Garut berada pada angka delapan persen, dengan target angka tersebut terus menurun hingga angka enam persen pada 2023.
Karena itu, Rudy menyatakan target angka kemiskinan Garut pada 2023 dari semula enam persen pun diubah menjadi delapan persen.
Baca Juga: Keluarga Cerita Detik-detik Warga Swiss Selamatkan Adik Eril di Sungai Aare
Rudy menuturkan, adanya pandemi Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.
Bahkan hasil pertanian Kabupaten Garut gagal dikirim keluar wilayah Garut. Sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi minus dan melambat.
Angka kemiskinan di Garut pun jauh meningkat. Meskipun sebanyak 1.200.000 jiwa penduduk Kabupaten Garut mendapatkan jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat, gubernur, dan Pemkab Garut.
"Nah, tentu ini menjadi persoalan yang sangat serius mengenai angka kemiskinan yang terus meningkat. Tapi saya mau menekan dan menurunkan kembali. Mudah-mudahan di tahun depan, angka kemiskinan kita sudah di angka delapan persen kembali," ujarnya.
Angka prevalensi stunting di Kabupaten Garut sendiri terbilang masih kontroversial.
Menurut Kementerian Kesehatan, angka stunting di Garut mencapai sebesar 35 persen.
Sedangkan Dinas Kesehatan Garut menyatakan angka stunting di Garut hanya sekitar tujuh persen.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran

