Miris! Taman Kota Ciwidey Senilai Rp4,3 Miliar Kini Berubah Jadi Kolam Cileuncang
Berdasarkan pantauan, Taman Kota Ciwidey yang belum lama ini diresmikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna itu, saat hujan turun sebagian besar lantainya digenangi air.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pembangunan Taman Kota Ciwidey Kabupaten Bandung yang menelan anggaran sebesar Rp. 4,3 miliar dipertanyakan.
Pasalnya, Taman Kota Ciwidey dengan biaya fantastis tersebut, saat hujan turun berubah menjadi kolam genangan air cileuncang.
Berdasarkan pantauan, Taman Kota Ciwidey yang belum lama ini diresmikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna itu, saat hujan turun sebagian besar lantainya digenangi air. Ini terjadi akibat lantai taman yang "tak ramah" resapan air. Hal ini diperparah dengan lubang-lubang ditepian lantai yang kecil dan tersumbat sampah.
Tak hanya itu saja, jalan-jalan dan lantai taman kota ini juga tak dilengkapi dengan parit atau selokan kecil untuk air saat hujan. Akibatnya, genangan air setinggi kurang lebih 10 senti meter, terlihat memenuhi lapangan alun-alun tersebut. Karena tak ada jalur untuk pembuangan, genangan air pun limpas atau meluber ke trotoar jalan dibelakang taman tersebut.
"Sangat disayangkan sekali yah, taman kota yang baru-baru ini menjadi kebanggan masyarakat Ciwidey ini ternyata perencanannya buruk. Mereka membangun taman tanpa memikirkan jalur air dan lantai tamannya kok tidak pakai bahan atau material yang bisa menjadi resapan air, akibatnya saat hujan turun ini taman berubah jadi kolam cileuncang," kata Wahyudi salah seorang warga Ciwidey, Rabu 29 Januari 2025.
Dikatakan Wahyudi, seharusnya dengan anggaran sebesar Rp. 4,3 miliar, dengan ukuran taman alun-alun yang tak terlalu luas, rasanya masyarakat Ciwidey bisa mendapatkan lebih dari sekedar itu. Apalagi, sebelum diperbaiki pun taman ini sudah ada, sehingga tinggal menambah fasilitas dan memperbaiki saja.
"Seperti itu fasilitas permainan anak-anak, katanya itu buatan Jerman dan pastinya harganya mahal. Padahal, produk dalam negeri juga untuk barang sejenis banyak dibuat di Tangerang dengan kualitas yang enggak kalah dari barang impor," ujarnya.
Selain itu, lanjut Wahyudi, Pemerintah Kabupaten Bandung juga harus memikirkan perawatan dan pengawasan taman tersebut. Karena memang taman itu banyak dikunjungi oleh warga sekitar, jika tidak dijaga dan diawasi dengan baik, rawan kerusakan serta banyaknya sampah yang berserakan.
"Kalau tidak salah, perawatannya itu dari Pemerintah Kabupaten Bandung, tapi kalau penjagaan enggak ada tuh. Kalau enggak dijaga kan rawan kerusakan dan khawatirnya kalau malam dipakai nongkrong oleh orang-orang baragajul (orang tidak baik), minum-minuman keras dan mangkal wanita nakal," katanya.
Tak hanya itu saja, Wifi gratis yang dijanjikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peresmian pun hingga saat tak kunjung ada. Padahal, saat itu Bupati Dadang telah memerintahkan Kadiaperkimtan Kabupaten Bandung, Wahyudin untuk segera menyediakan fasilitas Wifi gratis untuk masyarakat yang berkunjung ke taman itu. Terutama untum memfasilitasi para generasi Z yang datang bersantai sambil mengakses internet gratis di tempat itu.
"Silkan saja coba aktifkan koneksi Wifi di ponsel masing-masing. Apakah ada fasilitas Wifi dari pengelola taman ini, kan tidak ada. Jadi yah sebaiknya Pemkab Bandung segera memasang fasilitas Wifi di tempat itu, malu dong pak Bupatinya sudah janji tapi kok kenyataannya enggak ada," ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin 13 Januari 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Alun-alun Ciwidey Kecamatan Ciwidey. Alun-alun Ciwidey adalah prasarana sarana umum masyarakat untuk arena bermain anak-anak, bersantai dan tempat berinteraksi sesama warga atau kegiatan masyarakat lainnya.
"Hari ini, alhamdulillah prasarana sarana umum atau fasilitas umum Alun-alun Ciwidey Kecamatan Ciwidey sudah mulai bagus, sebelumnya kumuh," kata Bupati Bandung dalam sambutannya.
Dadang berharap semoga Alun-alun Ciwidey ini dijadikan tempat yang bermanfaat untuk keberlangsungan masyarakat di kawasan Pacira (Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali), khususnya di Kecamatan Ciwidey.
"Terutama dalam mengembangkan tempat istirahat, tempat ngobrol, dan alhamdulillah tadi saya lihat ada tempat bermain anak-anak dan bermain ibu-ibu," ujarnya. (rd dani rahmat nugraha)
Editor : Bsafaat
