Wujudkan Ruang Publik Hidup, Bandung Perbarui Nama Taman Kota

DPKP)Kota Bandung tengah melakukan langkah strategis dengan rebranding pada sejumlah taman sebagai bagian dari upaya revitalisasi ruang publik agar lebih hidup dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Wujudkan Ruang Publik Hidup, Bandung Perbarui Nama Taman Kota
Sejumlah taman kota di Kota Bandung akan diperbaharui namanya sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat terhadap ruang publik.

INILAHKORAN.ID - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, tengah melakukan langkah strategis dengan melakukan rebranding pada sejumlah taman sebagai bagian dari upaya revitalisasi ruang publik agar lebih hidup dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Beberapa taman, saat ini namanya tidak lagi relevan dengan aktivitas masyarakat. Misalnya taman fitness jarang digunakan untuk olahraga, dan taman lansia kini dipakai oleh semua umur. Penamaan baru akan lebih menyesuaikan fungsi, dan budaya lokal," kata Kepala DPKP Kota Bandung Luthfi Firdaus, Sabtu 17 Januari 2026.

Menurut ia, langkah tersebut bukan sekadar pergantian nama semata. Melainkan bagian dari konsep penataan ruang publik yang lebih menyeluruh.

"Jika nama taman tidak sesuai dengan fungsinya, pengelolaan taman akan terbatas. Misalnya, taman fitness seharusnya memiliki fasilitas olahraga yang lengkap. Jika fasilitasnya tidak ada, namanya harus disesuaikan agar lebih realistis," ucapnya.

Proses rebranding itu, melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengkaji nama-nama taman berdasarkan akar budaya, sejarah dan kebiasaan masyarakat setempat.

Beberapa taman di Kota Bandung, memiliki sejarah yang panjang dan terkait dengan tokoh atau legenda lokal. Contohnya, taman Cibeunying yang namanya berkaitan dengan akar budaya Bandung sehingga penamaan baru akan menekankan nilai sejarah sekaligus memberikan identitas yang jelas.

"Tidak semua taman akan diganti namanya. Fokus kami adalah taman yang secara tematik sudah tidak relevan atau tidak digunakan sesuai fungsinya. Untuk taman yang masih relevan, namanya akan dipertahankan," ujar dia.

Sejumlah taman yang masuk dalam daftar kajian antara lain taman lansia, taman film, taman superhero, taman pers, taman kandaga puspa, taman inklusi, taman petpark, taman foto, taman fitness, taman pasopati, taman vanda, taman gesit, taman radio, taman lapang supratman, taman musik centrum dan taman anak tongkeng.

Selain menekankan relevansi fungsi, Luthfi juga menyebut bahwa rebranding ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik.

"Dengan nama yang sesuai dan fasilitas yang mendukung, masyarakat akan lebih terdorong untuk menggunakan taman. Aktivasi taman tidak hanya berupa jogging atau olahraga. Tapi juga bisa berupa kegiatan seni, komunitas, edukasi atau rekreasi," jelasnya.

Langkah itu juga, didorong oleh keinginan pemerintah kota untuk menegaskan identitas budaya Bandung di ruang publik. Menurut Luthfi, penamaan taman yang sesuai dengan budaya dan sejarah kota dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat. Sekaligus memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang menghargai warisan budaya.

"Konsepnya bukan sekadar mengganti nama, tapi mengembalikan fungsi taman sehingga lebih hidup dan bermanfaat bagi warga. Aktivasi taman menjadi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, setiap taman akan memiliki karakter dan cerita sendiri sesuai dengan sejarah dan budaya sekitarnya," tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti