Kota Bandung Kembali Masuk 10 Kota Terbersih di Asia Tenggara 2025
Kota Bandung mempertahankan predikat 10 kota terbersih Asia Tenggara 2025 "Top 10 Cleanest Cities in Southeast Asia" versi Numbeo. Komitmen dan konsisten dalam penataan ruang terbuka hijau, penanganan sampah, dan penataan ruang hijau menjadi sejumlah faktor pendukung capaian tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAKORAN.ID, Bandung- Kota Bandung kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Berdasarkan pembaruan South-Eastern Asia: Pollution Index by City 2025 Mid-Year yang dirilis Numbeo.com, Kota Kembang mempertahankan posisinya di jajaran 10 kota terbersih di Asia Tenggara "Top 10 Cleanest Cities in Southeast Asia"dengan skor indeks polusi 68,5.
Penyematan Bandung sebagai kota terbersih sebenarnya bukan kali ini saja. Pada 2023, kanal YouTube @TOPTHINGSSEAsia merilis video pendek "Top 10 Cleanest Cities in Southeast Asia" yang menempatkan Kota Bandung di posisi bergengsi tersebut. Setahun kemudian, informasi serupa juga diangkat kembali akun media sosial facebook Green City News, yang sekaligus menandai konsistensi reputasi Kota Bandung di mata warganet.
Keberhasilan Kota Bandung mempertahankan predikat kota bersih, tentu tak lepas dari berbagai langkah dan ikhtiar yang selama ini dijalankan, khususnya berkaitan dengan program lingkungan. Mulai dari peningkatan pengelolaan sampah, komitmen mewujudkan Kota Hijau, penataan ruang dan ruang terbuka hijau.
Dalam hal penanganan persoalan sampah, di tahun 2025 sejumlah program juga telah digulirkan Pemkot Bandung dengan berbasis kewilayahan. Pemkot Bandung juga mengintegrasikan beberapa program seperti kucuran anggaran Rp200 juta bagi RW yang berhasil mengelola sampah, bahkan menggulirkan program Siskamling Siaga Bencana yang juga turut menyasar penyelesaian masalah lingkungan, termasuk di dalamnya masalah sampah dan lingkungan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya membangun kota hijau dan ramah lingkungan. Menurut Farhan, Pemkot Bandung mengedepankan dua program unggulan kota yakni:
1. Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) untuk pengelolaan sampah.
2. Buruan Sae (Urban Farming) untuk pemanfaatan lahan perkotaan sebagai sumber pangan dan ruang hijau.
Indikator lain yang mengukuhkan Bandung sebagai salah satu kota terbersih adalah ruang terbuka hijau (RTH). Merujuk Buku Bandung Dalam Angka 2022 terbitan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, terdapat 759 Taman Kota dengan total luas 2.170.134,11 meter persegi.
1. Kecamatan Bandung Wetan memiliki jumlah taman terbanyak, yakni 60 taman seluas 321.062,33 meter persegi.
2. Kecamatan Buah Batu menyusul dengan 47 taman seluas 30.322,31 meter persegi.
3. Kecamatan Arcamanik tercatat sebagai wilayah dengan luas taman terbesar, mencapai 689.090,23 meter persegi dengan 45 taman.
Secara keseluruhan, potensi RTH di Kota Bandung mencapai 2.048,97 hektare, atau 12,25 persen dari total luas wilayah kota. Angka ini terus bertambah seiring program pemanfaatan lahan kosong yang digencarkan pemerintah kota.
Raihan prestasi dan pengakuan dunia internasional yang menempatkan Kota Bandung masuk dalam daftar 10 kota terbersih di Asia Tenggara versi Numbeo, tentu menjadi energi positif.
Terlebih, sebelumnya Kota Bandung juga meraih penghargaan bergengsi serupa di tingkat Asia Tenggara, yaitu The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan 5th Certificates of Recognition (CoR) dalam kategori Clean Water For Big Cities, sebagai pengakuan atas keberhasilannya menjadi kota dengan air paling bersih. Penghargaan ini berhasil diraih dalam acara 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME).
Kota Bandung berhasil meraih penghargaan ini karena 91,68 persen penduduknya telah memiliki akses terhadap air minum yang aman dan 82,55 persen rumah tangga terlayani pengelolaan air domestik yang melindungi sumber air dari pencemaran.
Karenanya, penyematan sebagai Kota Terbersih di Asia Tenggara versi Numbeo ini semakin menggenapi capaian sebelumnya. Meski peringkat Numbeo bersifat partisipatif dan bukan hasil audit resmi pemerintah, namun data crowdsourced ini kerap dijadikan rujukan media internasional. Bagi Pemerintah Kota Bandung, pengakuan tersebut menjadi modal positif untuk terus menggalakkan gerakan kota hijau dan menekan tingkat polusi.
Sebagai informasi, Numbeo merupakan platform berbasis komunitas yang mengumpulkan dan membagikan data mengenai biaya hidup, kualitas lingkungan, dan tingkat keamanan di berbagai kota dunia. Informasinya dihimpun melalui kontribusi pengguna, sehingga memberikan gambaran persepsi publik terhadap kebersihan dan kualitas udara.***
Editor : Ghiok Riswoto

