Bechips Ekspor Keripik US$14.851

Transformasi bisnis produksi keripik yang digeluti Bechips membuahkan hasil gemilang. CV Bechips Indonesia (Bechips) berdiri pada 2015. Sebagai pemilik, Niko Saputra memulai langkah sebagai usaha kecil di bidang perdagangan produk ritel. Transformasi besar terjadi pada 2018 ketika Bechips resmi hadir sebagai produsen camilan inovatif berbasis hasil pertanian dan perikanan lokal. 

Bechips Ekspor Keripik US$14.851
“Dengan visi menjadi produsen dan eksportir terpercaya, Bechips secara konsisten mengembangkan produk-produk bernilai tambah seperti keripik pisang, keripik talas, tempe chips, hingga keripik berbahan baku ikan khas Jawa Barat,” kata Niko saat pelepasan ekspor ke Jepang di Msquare Apartement Bussiness Area, Cibaduyut, Kota Bandung, Rabu 24 September 2025. (syamsuddin nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - Transformasi bisnis produksi keripik yang digeluti Bechips membuahkan hasil gemilang. CV Bechips Indonesia (Bechips) berdiri pada 2015. Sebagai pemilik, Niko Saputra memulai langkah sebagai usaha kecil di bidang perdagangan produk ritel. Transformasi besar terjadi pada 2018 ketika Bechips resmi hadir sebagai produsen camilan inovatif berbasis hasil pertanian dan perikanan lokal. 

“Dengan visi menjadi produsen dan eksportir terpercaya, Bechips secara konsisten mengembangkan produk-produk bernilai tambah seperti keripik pisang, keripik talas, tempe chips, hingga keripik berbahan baku ikan khas Jawa Barat,” kata Niko saat pelepasan ekspor ke Jepang di Msquare Apartement Bussiness Area, Cibaduyut, Kota Bandung, Rabu 24 September 2025. 

Menurutnya, melalui pengolahan yang modern, penggunaan bahan baku lokal berkualitas, serta inovasi rasa yang beragam, Bechips berhasil menembus pasar domestik dan perlahan memperluas jangkauan ke mancanegara.

Perjalanan ekspor Bechips semakin diperkuat dengan dukungan rangkaian sinergi program pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) Jabar dengan stakeholders seperti kementerian dan dinas terkait, lembaga pendidikan, perbankan. Dengan kurasi standar ekspor, partisipasi dalam pameran internasional, hingga fasilitasi business matching. 

Niko menjelaskan, kini Bechips berhasil mengekspor produk unggulannya ke berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, Australia, hingga Belanda, Belgia, dan Jepang. Keberhasilan itu tidak hanya menunjukkan daya saing produk UMKM Jabart di pasar global, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara inovasi pelaku usaha dan dukungan institusi mampu melahirkan kisah sukses inspiratif. 

Bechips kini menjadi contoh UMKM lokal yang bertransformasi menjadi pemain global, membawa cita rasa Nusantara ke meja konsumen internasional. Kali ini, kita mengekspor secara mandiri sebanyak 770 karton senilai US$14.851,” ujar Niko.

Kepala BI Jabar Muhamad Nur mengatakan, berasal dari Kota Bandung Bechips memproduksi keripik dari bahan perikanan dan pertanian dengan pemasaran telah menjangkau berbagai kota di Indonesia melalui distribusi B2B dan telah dipasarkan ke beberapa negara.

Nur menuturkan, Bechips merupakan salah satu UMKM binaan BI Jabar yang telah mendapatkan bantuan teknis melalui capacity building onboarding UMKM Unggulan Tahun 2024. 

Melalui berbagai bantuan teknis yang telah dilakukan, Bechips telah memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan toko online di platform e-commerce dan marketplace, pelatihan pencatatan keuangan sistematis menggunakan aplikasi SIAPIK, fasilitasi jangkauan pembeli mancanegara melalui Indonesia SME Hub, dan eksposur lebih luas kepada investor maupun mitra bisnis potensial baik dalam dan luar negeri. 

“Selain itu, CV Bechips Indonesia juga mendapatkan pelatihan untuk memahami berbagai regulasi ekspor, sertifikat yang dibutuhkan, dan standar kualitas yang berlaku di negara tujuan ekspor,” ucapnya.

Berbagai bimbingan teknis dan pendampingan terarah, mulai dari peningkatan kapasitas, pemenuhan standar, hingga penguatan akses pasar itu memperkuat untuk meningkatkan kualitas produk camilan khas Indonesia ini, sehingga semakin diterima oleh konsumen yang memiliki preferensi dan cita rasa yang berbeda baik di pasar lokal maupun di tingkat global. 

“Sukses di pasar domestik, tidak membuat berpuas diri. Niko Saputra terus berusaha mencari peluang tembus ke pasar ekspor. Akhirnya, melalui jalur tidak langsung, baik melalui agen, pameran dan komunitas diaspora, berbagai camilan sehat dengan brand Bechips dapat dinikmati di berbagai negara,” sebutnya. 

Melalui acara pelepasan ekspor itu, Nur mengharapkan makin banyak UMKM di Jabar yang termotivasi untuk meningkatkan aspek kualitas, kuantitas, kapasitas, kontinuitas, kemasan (5K) serta standarisasi dan sertifikasi (2S) sehingga semakin berdaya saing di pasar internasional. 

Keberhasilan ekspor Bechips berkontribusi dalam mendorong ekspor Jabar yang pada triwulan II 2025 ini tumbuh positif sebesar 0,63% yoy. Capaian itu meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 0,25% yoy.


Editor : Doni Ramdhani