Miris...dari Mesin Gol Andal, Kini Hanya Pelayan Pizza

INILAH, London - Pernah jadi mesin gol yang ditakuti lawan di Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Inggris, nasib miris kini menghampirinya. Dari pemain terbaur uang, Dario Silva kini hanya jadi pelayan di sebuah resto pizza. Dario Silva pernah bersinar bersama Cagliari (Serie A), Espanyol, Malaga, dan Sevilla (La Liga), sebelum akhirnya berlabuh di Portsmouth (Liga Primer Inggris). Dia juga membela tim nasional Uruguay lebih 10 tahun, antara 1994 hingga 2005. Dia menjadi salah satu andalan Uruguay di Piala Dunia 2002. Tapi kini nasib Dario Silva berubah drastis. Setelah mengalami amputasi kakinya akibat kecelakaan lalu lintas, kini dia hanya jadi pelayan di sebuah resto pizza di Spanyol. Pria yang kini berusia 46 tahun itu meninggalkan Portsmouth pada 2006, hanya enam bulan setelah menjalani masa kontraknya dua tahun. Dia membela Portsmouth saat klub tersebut ditukangi Harry Redknapp. Tapi, kurang dari setahun kemudian, dia mengalami peristiwa yang mengubah hidupnya. Dia kehilangan kakinya menyusul malapetaka yang terjadi akibat kecelakaan mobil. Kini, bintang Uruguay di Piala Dunia 2002 itu terpaksa mengambil karier baru, menjadi pelayan resto pizza di Malaga. Itu terjadi setelah dia kehabisan uang dari kariernya sebagai pemain bola di liga papan atas Italia, Spanyol, dan Inggris. Berbicara kepada program televisi Spanyol 'Jugones', dia berujar: "Uang saya di sepak bola? Agen merampoknya dari saya. Mereka yang mengatur uang dan melakukan apa yang mereka inginkan," katanya. Pada September 2006, Silba terlibat kecelakaan mengerikan di negaranya, Uruguay. Itu membuat kaki kanannya diamputasi setelah dia mengalami kecelakaan di mobil yang diberikan ayahnya. "Apa yang terjadi menyakitkan buat saya," katanya. Dario Silva disukai di Spanyol, di mana dia mencetak 36 gol dalam 100 penampilannya bersama Malaha, sebagaimana juga sembilan gol yang dia cetak dari 48 pertandingannya bersama Sevilla. Dia 49 kali memperkuat tim nasional Uruguay dan menyumbang 14 gol.

Miris...dari Mesin Gol Andal, Kini Hanya Pelayan Pizza

INILAH, London - Pernah jadi mesin gol yang ditakuti lawan di Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Inggris, nasib miris kini menghampirinya. Dari pemain terbaur uang, Dario Silva kini hanya jadi pelayan di sebuah resto pizza.

Dario Silva pernah bersinar bersama Cagliari (Serie A), Espanyol, Malaga, dan Sevilla (La Liga), sebelum akhirnya berlabuh di Portsmouth (Liga Primer Inggris). Dia juga membela tim nasional Uruguay lebih 10 tahun, antara 1994 hingga 2005. Dia menjadi salah satu andalan Uruguay di Piala Dunia 2002.

Tapi kini nasib Dario Silva berubah drastis. Setelah mengalami amputasi kakinya akibat kecelakaan lalu lintas, kini dia hanya jadi pelayan di sebuah resto pizza di Spanyol.

Pria yang kini berusia 46 tahun itu meninggalkan Portsmouth pada 2006, hanya enam bulan setelah menjalani masa kontraknya dua tahun. Dia membela Portsmouth saat klub tersebut ditukangi Harry Redknapp.

Tapi, kurang dari setahun kemudian, dia mengalami peristiwa yang mengubah hidupnya. Dia kehilangan kakinya menyusul malapetaka yang terjadi akibat kecelakaan mobil.

Kini, bintang Uruguay di Piala Dunia 2002 itu terpaksa mengambil karier baru, menjadi pelayan resto pizza di Malaga. Itu terjadi setelah dia kehabisan uang dari kariernya sebagai pemain bola di liga papan atas Italia, Spanyol, dan Inggris.

Berbicara kepada program televisi Spanyol 'Jugones', dia berujar: "Uang saya di sepak bola? Agen merampoknya dari saya. Mereka yang mengatur uang dan melakukan apa yang mereka inginkan," katanya.

Pada September 2006, Silba terlibat kecelakaan mengerikan di negaranya, Uruguay. Itu membuat kaki kanannya diamputasi setelah dia mengalami kecelakaan di mobil yang diberikan ayahnya.

"Apa yang terjadi menyakitkan buat saya," katanya.

Dario Silva disukai di Spanyol, di mana dia mencetak 36 gol dalam 100 penampilannya bersama Malaha, sebagaimana juga sembilan gol yang dia cetak dari 48 pertandingannya bersama Sevilla. Dia 49 kali memperkuat tim nasional Uruguay dan menyumbang 14 gol.
 


Editor : Zulfirman