Mirisnya Man-U, Dipermalukan Sang Mantan di Depan Publik

Miris nasib Manchester United. Harapan mereka melaju ke perempat final Liga Champions boleh dibilang habis. Kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari Paris St Germain amat sulit untuk dibalikkan.

Mirisnya Man-U, Dipermalukan Sang Mantan di Depan Publik
INILAH, Manchester - Miris nasib Manchester United. Harapan mereka melaju ke perempat final Liga Champions boleh dibilang habis. Kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari Paris St Germain amat sulit untuk dibalikkan.
 
Ironisnya, penyebab kekalahan Manchester United bukanlah Kylian Mbappe atau Presnel Kimpembe. Penyebabnya adalah mantan pemain Manchester United sendiri, Angel Di Maria. Dialah yang menjadi pilar yang meluluhlantakkan pertahanan pasukan Ole Gunar Solskjaer ini.
 
Di Maria yang pernah terbuang di Old Trafford berperan atas lahirnya kedua gol Paris St Germain. Umpannyalah yang dimanfaatkan Kimpembe dan Mbappe untuk menaklukkan kiper David De Gea.
 
Di Maria mengawali aksinya di menit ke-63. Dia melepaskan tendangan pojok dari sektor kiri pertahanan Manchester United. Bola melayang di kotak penalti lawan tanpa seorang pun yang bisa menyundulnya. Tiba-tiba, Kimpembe datang dan menyontek bola dengan kaki kirinya ke gawang De Gea.
 
Tujuh menit kemudian, aksi menawan Di Maria meluluhlantakkan pertahanan Manchester United. Dia mengirim umpan silang terukur ke arah Mbappe di kotak penalti lawan. Mbappe berhasil melewati adangan dua bek sentral Manchester United sekaligus, yakni Eric Bailly dan Lindelof untuk mencocor bola menaklukkan David De Gea.
 
Kekalahan Manchester United diperburuk dengan aksi Paul Pogba menjelang laga berakhir. Dia menerima kartu kuning kedua dari wasit sekaligus diusir keluar lapangan. Dengan begitu, dia harus absen di laga berikutnya.
 
Meski tampil tak diperkuat Neymar dan Edinson Cavani, Paris mampu memberi perlawanan terhadap tuan rumah. Mereka bahkan mampu menciptakan sejumlah peluang, terutama mengandalkan Kylian Mbappe, meski sama juga gagal mencetak gol.
 
Babak pertama justru dibumbui dengan hujan kartu. Sedikitnya lima kartu kuning dikeluarkan wasit, dua untuk pemain tuan rumah dan tiga lainnya untuk PSG. Paul Pogba dan Ashley Young adalah pemain tuan rumah yang menerima kartu kuning, sementara tiga pemain PSG yang menerimanya adalah Kimpembe, Julian Draxler, dan Bernat.
 
Paris sempat menghadirkan ancaman lebih dulu saat laga berlangsung enam menit. Angel Di Maria menerima bola di sisi kotak penalti. Sayangnya, tendangannya masih melebar dari tang kanan gawang Ed De Gea.
 
Tiga menit kemudian, giliran Marcus Rashford yang mencoba menembus pertahanan Paris. Dari sektor kanan, dia melepaskan tendangan. Selain arahnya yang kurang tepat, bola berhasil diredam kiper Gianluigi Buffon dan hanya membuahkan tendangan pojok.
 
Manchester United kembali mendapat peluang di menit ke-16. Kali ini Paul Pogba mengirim umpan ke kotak penalti tim tamu. Tapi, lagi-lagi Buffon melakukan reaksi bagus untuk meredam serangan Manchester United.
 
Meski tak diperkuat Neymar dan Edinson Cavani, PSG bukan tak menghadirkan ancaman. Angel Di Maria, mantan pemain Manchester United, cukup mampu memainkan peran menggantikannya. PSG sendiri praktis menempatkan Mbappe sebagai penyerang tunggalnya.
 
Di menit ke-28, Mbappe nyaris menjebol gawang tuan rumah. Dia berdiri bebas di kotak penalti lawan saat menerima umpan Julian Draxler. Sayangnya, tendangan kerasnya masih melebar di kanan gawang De Gea.
 
PSG nyaris kehilangan satu pemain lainnya, yakni Di Maria. Dia membutuhkan perawatan di pinggir lapangan setelah terjatuh dekat pagar pembatas penonton setelah mendapatkan dorongan dari Ashley Young. Untung saja, dia kemudian bisa melanjutkan pertandingan.
 
Dani Alves nyaris memecah kebuntuan memasuki waktu tambahan babak pertama. Dia mencoba mencetak gol dari sebuah tendangan bebas. Tapi, upayanya masih gagal menembus sasaran.
 
Kemenangan 2-0 ini membuat Paris SG kini begitu nyaman saat menjamu Manchester United di Paris pada pertemuan kedua nantinya. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke perempat final. Bahkan kalah pun, asal jangan dengan selisih lebih dari satu gol, mereka tetap akan melaju.
 
Manchester United: De Gea: Young, Bailly, Lindehof, Shaw, Herrera, Matic, Pogba, Lingard, Rashford, Martial.
Paris SG: Buffon: Kehrer, Silva, Kimpembe, Bernat, Verratti, Marquinhos, Alves, Draxler, Di Maria, Mvappe.
 


Editor : inilahkoran