Modric Raih Ballon d'Or Sekaligus Cetak Sejarah
SEPERTI sudah diprediksi sebelumnya, Luka Modric meraih gelar individual paling prestisius, Ballon d'Or.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
SEPERTI sudah diprediksi sebelumnya, Luka Modric meraih gelar individual paling prestisius, Ballon d'Or.
Dia mengalahkan nama-nama besar. Acara penganugerahan Ballon d'Or berlangsung di Grand Palais, Paris, Prancis, Selasa (4/12) dini hari WIB.
Modric menempati urutan pertama dalam voting yang dibuka France Football. Modric dianggap telah mencatatkan sukses besar di sepanjang tahun 2017-2018.
Dia mengantarkan Kroasia melaju ke final Piala Dunia 2018 meski harus takluk melawan Prancis. Prestasi lebih mentereng dicatatkan Modric bersama Real Madrid. Dia mengantarkan Los Merengues jawara Liga Champions untuk ketiga kali secara beruntun.
Modric telah menyudahi satu dekade duopoli antara Lionel Messi dan Cristano Ronaldo. Keduanya sama-sama lima kali memenangkan dan mendominasi gelar itu, setelah terakhir Kaka memenangkannya pada 2007.
Kegagalan Argentina dan Portugal di Rusia menghancurkan peluang Messi dan Ronaldo. Dua pemain yang kini membela Barcelona dan Juventus itu, mendominasi gelar pemain terbaik itu dalam 10 tahun terakhir.
Sukses Modric pun bakal tercatat sebagai yang pertama bagi pemain-pemain kelahiran Yugoslavia memenangkan gelar bergengsi itu. Pada 1991 lalu, dua pemain Yugoslavia, Dejan Savicevic dan Darko Pancev berpeluang merebut gelar tersebut. Tapi, keduanya hanya berada di posisi kedua, bersama Lothar Matthaeus.
Pemenangnya adalah Jean Pierre Papin, pemain Prancis yang sukses mengantar Olympique Marseille memenangkan gelar juara Liga Champions.
Editor : inilahkoran

