Mudik Lebaran, Dimas Drajad Pulang Kampung ke Gresik: Rindu Nasi Krawu tapi Waspada Pola Makan!
Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan, tak terkecuali bagi penyerang Persib, Muhammad Dimas Drajad. Pemain berusia 27 tahun itu memanfaatkan libur singkat dari tim untuk mudik ke kampung halamannya di Gresik, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan, tak terkecuali bagi penyerang Persib, Muhammad Dimas Drajad. Pemain berusia 27 tahun itu memanfaatkan libur singkat dari tim untuk Mudik ke kampung halamannya di Gresik, Jawa Timur.
Ia tidak sendirian, karena turut serta dalam perjalanan pulang kampung bersama rekannya, Mohamad Edo Febriasah, yang juga berasal dari daerah yang sama.
Dimas dan Edo baru bisa pulang ke kampung halaman setelah mengikuti gim internal yang digelar Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat, 28 Maret 2025.
Beruntung, tim pelatih memberikan liburan selama empat hari, sehingga mereka bisa berkumpul bersama keluarga dan menikmati suasana Lebaran di rumah.
Bagi Dimas, Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen yang penuh makna. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan ini digunakannya untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar, meminta maaf, serta berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara, terutama para keponakan yang menanti angpao Lebaran.
"Kita harus ketemu keluarga, terutama orang tua. Kita minta maaf kepada orang tua, mertua, dan anggota keluarga lainnya. Bagi-bagi angpao juga karena bocil-bocil pasti banyak yang nunggu," ujar Dimas dikutipdari laman resmi Persib.
Selain bertemu keluarga, ada satu hal lain yang sangat dirindukan Dimas setiap kali Mudik ke Gresik: makanan khas daerahnya. Salah satu hidangan favoritnya adalah nasi krawu, sajian khas Gresik yang terkenal dengan daging sapi suwir berbumbu dan sambal petis yang menggugah selera.
Namun, sebagai pemain profesional, Dimas juga sadar bahwa ia harus tetap menjaga pola makan. Meski tergoda oleh berbagai hidangan lezat, ia berusaha menghindari makanan bersantan agar tetap dalam kondisi prima saat kembali ke Persib.
"Enggak, bahaya nanti Coach Bojan marah. Makanannya harus dijaga," imbuhnya dengan nada bercanda.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

