Mulyadi Pastikan Revitalisasi Jalan Parungpanjang Segera Dilakukan Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan melakukan intervensi revitalisasi pembangunan Jalan Mohamad Toha dan Jalan Parungpanjang pasca Lebaran tahun ini.

Mulyadi Pastikan Revitalisasi Jalan Parungpanjang Segera Dilakukan Kementerian PUPR
Anggota Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, revitalisasi itu dipastikan akan dilakukan usai Kementerian PUPR dan Komisi V DPR melakukan kunjungan spesifik ke Jalan Parungpanjang akhir pekan kemarin. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan melakukan intervensi revitalisasi pembangunan Jalan Mohamad Toha dan Jalan Parungpanjang pasca Lebaran tahun ini.

Anggota Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, revitalisasi itu dipastikan akan dilakukan usai Kementerian PUPR dan Komisi V DPR melakukan kunjungan spesifik ke Jalan Parungpanjang akhir pekan kemarin.

Mulyadi mengatakan, Kementerian PUPR menyediakan anggaran Rp90 miliar untuk memperbaiki Jalan Parungpanjang yang rusak di Kabupaten Bogor tersebut.

"Kementerian PUPR pada April atau pasca Hari Raya Idul Fitri akan melakukan intervensi pembangunan atau peningkatan Jalan Mohamad Toha dan Jalan Parungpanjang-Bunar atau Lebak Wangi," kata Mulyadi kepada wartawan, Minggu 17 Maret 2024.

Menurutnya, jalan yang berada di kewenangan Pemprov Jawa Barat tersebut akan diintervensi berdasarkan instruksi presiden (Inpres) Jalan Daerah dan dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

"Revitalisasi dua ruas jalan di Parungpanjang ini di bagi kedalam dua paket. Paket kesatu, 2,9 kilometer dan paket kedua 3,1 kilometer," ujar Mulyadi.

Ayah tiga orang anak ini menjelaskan bahwa kunjungan Komisi V DPR dan Kementerian PUPR ke Parungpanjang itu merupakan lanjutan dari audiensi masyarakat Parungpanjang yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan wakil rakyat di Senayan, Jakarta.

"Kami sudah melakukan peninjauan jalan dan pertemuan dengan stakeholder terkait termasuk Bupati Bogor, jajajaran dan Dinas ESDM Jawa Barat. Semoga ada solusi cepat dalam mengatasi kekisruhan terkait operasional atau lalu lintas truk khusus tambang yang menggunakan jalan provinsi ini," jelas Mulyadi.

Sebelumnya, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengungkapkan berkaitan dengan penanganan infrastruktur dan transportasi wilayah Kecamatan Parungpanjang, beberapa langkah kongkret sudah dilakukan. 

"Pertama adanya Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2023 Tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang, pembangunan dan operasional sementara kantong parkir truk tambang yang berlaku sejak akhir Desember 2023, serta kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Transporter Angkutan khusus Tambang," ungkap Asmawa Tosepu.

Asmawa Tosepu menambahkan untuk solusi permanen yang  mungkin juga sudah menjadi perhatian pemerintah pusat, Pemprov Jabar dan Pemkan Bogor adalah diperlukannya jalan tol khusus tambang. 

"Ini sebenarnya sudah mulai berproses nanti mungkin kami melihat sudah sejauh mana progresnya" tambahnya. (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani