Mulyadi: Bobibos, Solusi Energi, APBN dan Mendorong Terciptanya Swasembada Pangan
Mulyadi, anggota Komisi XI DPR mengungkapkan pentingnya revolusi energi yang lebih ramah lingkungan seperti peralihan penggunaan energi fosil ke Bobibos yang berasal dari limbah pertanian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Mulyadi, anggota Komisi XI DPR mengungkapkan pentingnya revolusi energi yang lebih ramah lingkungan seperti peralihan penggunaan energi fosil ke Bobibos yang berasal dari limbah pertanian.
Lantaran bukan berasal dari fosil dan penambangan perut bumi, maka harga Bobibos pun dipastikan lebih murah.
Hingga anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) solar maupun bensin yang mencapai puluhan triliun rupiah pertahun oleh pemerintah pusat bakal bisa jauh dikurangi.
Apalagi, baik Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) beberapa waktu ini mengalami defisit.
"Dengan kehadiran Bobibos, maka kita bisa melakukan efesiensi atau hemat anggaran subsidi BBM. Bobibos yang berasal dari limbah pertanian, biaya produksinya dan harga jualnya juga lebih murah karena Bobibos bukan hasil dari pertambangan perut bumi," kata Mulyadi kepada wartawan, Kamis 6 November 2025.
Karena Bobibos bisa diproduksi di mana saja, tutur ayah tiga orang anak itu. Indonesia bisa mewujudkan ketahanan energi.
"Kita nanti tidak lagi membutuhkan import energi, karena Bobibos bisa menjadi solusi dari cita-cita bangsa yaitu ketahanan atau berdaulat dalam energi," tuturnya.
Ia menjelaskan, terciptanya efesiensi anggaran pun bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membangun sarana pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
"Dengan berkurangnya anggaran BBM bersubsidi, maka pemerintah bisa lebih fokus membangun sekolah, rumah sakit dan kebutuhan masyarakat lainnya, ujungnya, angka miskin ekstrim bisa berkurang dan masyarakat Indonesia bisa sejahtera," jelas pria yang pernah duduk di Komisi VII DPR tersebut.
Ia menambahkan, ketahanan energi juga secara otomatis mendorong ketahanan pangan.
Para petani, akan berlomba-lomba bertani. Mereka juga bakal dapat uang tambahan dari penjualan limbah pertaniannya.
"Kami beli limbah pertanian dari petani untuk memproduksi Bobibos, maka ketahanan energi juga tercipta, seiring dengan ketahanan atau swasembada pangan," tukas Mulyadi.
Editor : Doni Ramdhani

