Fancam saat Konser Grup Viral, IVE Malah jadi Sasaran Pelecehan Seksual
Girl grup IVE jadi sasaran pelecehan seksual udai video fancam di konser mereka viral.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Akhir pekan kemarin, girl grup IVE resmi memulai tur dunia dengan menggelar Konser pertama di Seoul.
Namun, IVE kini malah menjadi Sasaran Pelecehan Seksual daring, setelah video Fancam yang merekam penampilan langsung mereka menjadi viral di YouTube.
Klip tersebut, yang direkam dari sudut di belakang panggung, memuat beberapa momen yang oleh beberapa penonton digambarkan sebagai "sensitif".
Dalam hitungan jam, video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali, dan tangkapan layar dari beberapa frame mulai tersebar di berbagai platform media sosial.
Yang terjadi selanjutnya adalah gelombang komentar eksplisit Seksual dan tidak pantas yang ditujukan kepada para member IVE terutama terhadap Leeseo, yang masih di bawah umur.
Netizen Korea yang marah mengutuk perilaku tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk Pelecehan Seksual.
Meninggalkan komentar seperti itu merupakan Pelecehan, sesederhana itu. "Leeseo masih di bawah umur, ini adalah eksploitasi Seksual."
"Mengerikan sekali melihat orang dewasa berbicara seperti ini tentang seorang gadis remaja."
Kontroversi ini telah memicu perdebatan luas tentang seksualisasi idola di bawah umur dan kurangnya regulasi seputar video rekaman penggemar di acara K-Pop.
IVE adalah girl grup beranggotakan enam orang di bawah naungan Starship Entertainment, yang debut pada Desember 2021 dengan singel hit 'ELEVEN'.
Grup ini beranggotakan An Yujin, Gaeul, Rei, Jang Wonyoung, Liz, dan Leeseo (lahir tahun 2007).
Sejak debut, IVE telah menjadi salah satu girl grup K-pop generasi keempat terkemuka, yang dikenal karena visual elegan, kepercayaan diri, dan penampilan memukau mereka.
Lagu-lagu mereka yang memuncaki tangga lagu seperti 'LOVE DIVE', 'After LIKE', dan 'I AM', telah mengukuhkan reputasi mereka baik di dalam maupun luar negeri.
Namun, seiring ketenaran, pengawasan dan kekhawatiran privasi pun meningkat. Insiden terbaru ini telah memicu kembali diskusi di komunitas K-Pop tentang perilaku etis penggemar, perlindungan idola, dan tanggung jawab industri untuk melindungi artis-artis termudanya.
"Masalahnya bukan fandom, tapi persetujuan. Merekam dan membagikan klip tanpa memperhatikan martabat seorang artis adalah eksploitasi," komentar seorang netizen.
Starship Entertainment belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai video atau Pelecehan online yang sedang berlangsung.***
Editor : Irma Nurfajri

