Musda V Golkar KBB Digelar Besok, Sejumlah Nama Kuat Berebut Kursi Ketua DPD

Musda V Golkar KBB digelar 2 Agustus 2026. Sejumlah kader senior berpeluang menjadi Ketua DPD dengan target menambah kursi DPRD.

Musda V Golkar KBB Digelar Besok, Sejumlah Nama Kuat Berebut Kursi Ketua DPD
Pendaftaran calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat dipantau langsung oleh jajaran Steering Commitee di Kantor DPD Golkar KBB.

INILAHKORAN.ID-Atmosfer persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V yang akan digelar di Mason Pine Hotel, Minggu (2/8/2026).

Musda V akan menjadi penentu siapa yang memimpin Partai Golkar KBB untuk periode 2025–2030, baik melalui mekanisme pemungutan suara maupun secara aklamasi apabila hanya terdapat satu calon yang memenuhi syarat.

Sejumlah nama kader senior disebut memiliki peluang besar untuk memimpin Partai Golkar KBB. Mereka di antaranya Ketua DPD Golkar KBB sekaligus Wakil Ketua DPRD KBB Dadan Supardan, anggota DPRD KBB Asep Miftah Sofwan, politisi senior Ayi Sudrajat, Agus Mahdar Hilmi, Cecep Sudrajat, hingga mantan anggota DPRD Jawa Barat Edi Rusyandi yang juga pernah maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2024 bersama Unjang Ansari.

Ketua Steering Committee (SC) Musda V DPD Golkar KBB, Gaston Barus, mengatakan agenda utama Musda adalah memilih Ketua DPD periode mendatang sekaligus menjadi sarana pendidikan politik dan konsolidasi organisasi bagi seluruh kader.

"Kami resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar KBB mulai Jumat kemarin hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 24.00 WIB malam ini," ujar Gaston di Kantor DPD Golkar KBB, Kampung Cibatu, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, pembukaan pendaftaran memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan.

Gaston menjelaskan, seluruh tahapan Musda mengacu pada Blueprint Musda Partai Golkar Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 dan telah mendapatkan persetujuan resmi dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Mengusung tema "Bersatu dalam Langkah, Solid dalam Perjuangan, Maju dalam Karya", Musda V diharapkan berlangsung tertib serta menjadi momentum memperkuat soliditas internal partai.

"Musda V ini wajib melahirkan pemimpin berintegritas yang mampu membawa kemajuan bagi Partai Golkar," katanya.

Ia menambahkan, target besar kepengurusan mendatang adalah meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Bandung Barat dari delapan menjadi 12 kursi pada Pemilu berikutnya, sekaligus memenangkan Pilkada KBB 2029.

"Target kami menambah perolehan kursi di DPRD KBB dari yang semula delapan menjadi 12 kursi pada pemilu mendatang, serta memastikan kemenangan Partai Golkar pada Pilkada KBB tahun 2029 nanti," jelas Gaston.

Sementara itu, anggota SC Musda V, Eber Simbolon, menegaskan seluruh bakal calon wajib memenuhi ketentuan administratif sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Persyaratan tersebut meliputi pernah menduduki jabatan struktural di partai, berpendidikan minimal Diploma III, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) aktif, serta memperoleh dukungan sedikitnya 30 persen dari total 16 Pimpinan Kecamatan yang memiliki hak suara.

"Kami akan melakukan verifikasi ketat terhadap seluruh kelengkapan berkas. Jika satu saja syarat tidak terpenuhi secara utuh, maka bakal calon tersebut otomatis dinyatakan gugur dari proses persaingan," ujar Eber.

Dalam Musda nanti, terdapat 22 suara yang akan menentukan Ketua DPD Golkar KBB. Suara tersebut berasal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat, DPD Golkar KBB periode sebelumnya, Dewan Pertimbangan, 16 Pimpinan Kecamatan, Organisasi Pendiri, Organisasi Hasil Bentukan, serta Organisasi Sayap Partai.

Eber juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menyelenggarakan Musda Partai Golkar tahun 2026.

"Kami mendapat arahan khusus dari DPD Provinsi agar pelaksanaan ini menjadi contoh penyelenggaraan Musda yang profesional, menjunjung tinggi asas demokrasi, melahirkan pemimpin berkualitas, serta menjaga kerukunan antar seluruh elemen kader partai," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana