Musim Kemarau Basah, Tiga Penyakit Ini Mengintai Warga Kota Bandung

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau, masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap meningkat pada musim kemarau basah.

Musim Kemarau Basah, Tiga Penyakit Ini Mengintai Warga Kota Bandung
Plt Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam mengatakan, setidaknya ada tiga penyakit yang perlu diantisipasi saat musim kemarau basah yakni diare, demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau, masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap meningkat pada musim kemarau basah.

Plt Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam mengatakan, setidaknya ada tiga penyakit yang perlu diantisipasi saat musim kemarau basah yakni diare, demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Yang perlu diwaspadai di musim kemarau basah biasanya adalah penyakit diare, DBD dan ISPA," kata Sony Adam, Selasa 5 Agustus 2025.

Menurut ia, musim kemarau basah merupakan kondisi ketika curah hujan masih terjadi meskipun seharusnya telah memasuki musim kering. Kondisi ini, dapat memengaruhi lingkungan tempat tinggal masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan.

Data Dinkes Kota Bandung menunjukkan, kasus diare di bulan Juli tercatat mencapai rata-rata 126 kasus per hari. Kasus ini terpantau dari laporan 80 puskesmas dan sekitar 250 klinik pratama.

"Kasus diare ini mayoritas disebabkan oleh makanan yang tidak higienis dan buruknya sanitasi lingkungan," ucapnya.

Sementara itu, kasus ISPA tercatat mencapai 1.238 kasus sepanjang bulan Juli. Jika dirata-ratakan, setiap fasilitas kesehatan di Bandung menangani sekitar dua hingga tiga kasus ISPA selama periode tersebut.

"ISPA sebenarnya cukup umum terjadi sepanjang tahun, tapi tetap perlu diwaspadai apalagi saat kondisi tubuh masyarakat sedang menurun," ujar dia.

Sony menjelaskan, lonjakan penyakit tersebut tidak semata-mata disebabkan perubahan cuaca, melainkan oleh perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan.

"Penyakit-penyakit ini muncul bukan semata karena perubahan cuaca, tapi lebih karena faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan yang tidak bersih atau lingkungan yang memungkinkan nyamuk berkembang biak," jelasnya.

Pihaknya pun mengimbau, masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Untuk mencegah diare, masyarakat diimbau mencuci tangan sebelum makan, menghindari makanan pedas dan terbuka dan memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan matang.

Adapun untuk mencegah ISPA, Sony menyarankan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin dan tidur yang cukup.

"Kami harap masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Pencegahan itu jauh lebih mudah, dan murah dibandingkan pengobatan," tandas dia.


Editor : Doni Ramdhani