MBG Penting Menurut Ahli Gizi, Bisa jadi Potensi Penyakit Tidak Menular?
Ahli Gizi menilai program MBG bisa jadi potensi penyakit tidak menular yang memperbaiki gizi anak-anak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Program Makanan Gizi Gratis (MBG) saat ini tengah diliburkan karena Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melalukan evaluasi tata kelola.
Program MBG ini akan kembali dijalankan saat masa libur sekolah telah usai dan para siswa kembali bersekolah.
Kini seorang Ahli Gizi Dr. Doddy Izwardy menyatakan kepentingan program MNG untuk anak-anak Indonesia.
Dia menyebutkan MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi instrumen pencegahan penyakit tidak menular (PTM) sejak usia sekolah.
Doddy mengatakan Indonesia masih menghadapi beban ganda malnutrisi pada anak usia sekolah, yakni stunting dan kelebihan berat badan atau obesitas yang sama-sama berisiko memicu PTM di kemudian hari.
“Implikasi kebijakannya dalam hal ini adalah intervensi anak sekolah diposisikan sebagai agenda gizi dan pencegahan PTM. Ini yang menjadi penekanan yang kami sampaikan,” jelasnya.
Doddy menjelaskan anak usia sekolah merupakan kelompok yang masih mengalami perkembangan fisik, psikologis, dan neurologis secara intensif sehingga membutuhkan asupan energi dan zat gizi yang memadai.
Kekurangan gizi pada anak dapat menghambat perkembangan struktur dan fungsi otak yang berpengaruh terhadap kemampuan belajar, konsentrasi, memori, serta prestasi akademik anak.
“Ini potensi menjadi penyakit tidak menular,” tutur Doddy meyakinkan bahwa MBG itu penting untuk anak-anak.
Maka dari itu, dia menilai program gizi sekolah seperti MBG tidak seharusnya dipandang semata sebagai bantuan pangan, melainkan sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada bidang pengentasan kelaparan, kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.***
Editor : Irma Nurfajri

