My Conference, Inovasi SD Tunas Unggul Menyiapkan Siswa Unggul
Tunas Unggul memiliki visi sebagai sekolah unggul yang melahirkan pribadi berkarkater, berahlak mulia, cerdas, dan terampil, serta berwawasan global. Dalam mewujudkan visi tersebut, Sekolah Tunas Unggul berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman dan sehat, bagi seluruh warga sekolah yang terlibat di dalamnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Tunas Unggul memiliki visi sebagai sekolah unggul yang melahirkan pribadi berkarkater, berahlak mulia, cerdas, dan terampil, serta berwawasan global. Dalam mewujudkan visi tersebut, Sekolah Tunas Unggul berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman dan sehat, bagi seluruh warga sekolah yang terlibat di dalamnya.
Sekolah Dasar (SD) Tunas Unggul menerapkan metode My Conference, metode yang biasa disebut ujian tengah semester (UTS). Seluruh siswa mulai dari level satu hingga lima menjelaskan hasil belajarnya secara bergantian, dengan tema yang telah dipilih oleh para guru dalam menyesuaikan hasil belajar mereka.
Pengaplikasian ilmu tersebut dapat melalui presentasi hasil belajar maupun membuat suatu karya penelitian. Siswa tidak terus berkutat dengan kertas dan pensil, namun dengan beragam metode pembelajaran lainnya yang menarik.
Kepala SD Tunas Unggul Feridarnalis mengatakan, My Conference merupakan metode dalam mempresentasikan hasil belajar yang diperoleh para siswa. Hal tersebut langsung kepada orang tuanya maupun kepada orang tua siswa lainnya.
"Ini merupakan bagian dari mempersiapkan anak tangguh abad 21. Dimana tidak hanya sekadar belajar dari buku, tapi bagaimana mereka juga berbicara di depan orang banyak, berkejaran dengan waktu, bekerjasama dengan banyak orang dan lain sebagainya," ungkapnya saat ditemui di SD Tunas Unggul Jalan Pasir Impun, Kota Bandung, Rabu (11/9/2019).
Menurutnya, para siswa dapat mengembangkan berbagai kemampuan maupun potensinya, terlebih dengan menggunakan media pembelajaran empat dimensi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, siswa bukan hanya memperoleh informasi dari buku tetapi juga dapat melihat dan memprakterkan langsung apa yang dipelajarinya.
"Seperti dengan media empat dimensi, untuk mempelajari katak maka bisa dilihat organnya dari berbagai sisi. Ini membuat siswa lebih semangat dibanding hanya sekedar gambar di buku pelajaran," katanya.
Diakuinya, dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan masing-masing kelas, tidak mudah. Pihaknya membentuk tim kecil di setiap jenjang kelas yang akan mempresentasikan materi apa yang cocok dan sesuai bagi siswa.
"Ini tentu jadi perhatian karena kita melihat bagaimana materi yang diberikan kepada siswa, apakah terlalu tinggi atau rendah. Karena perlu disesuaikan dengan kemampuan jenjang kelas masing-masing," ujarnya.
Pengawas SD Disdik Kota Bandung Momon menambahkan, inovasi tersebut diperlukan karena perkembangan zaman yang terjadi saat ini. Pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berbentuk konvensional, tapi memiliki terobosan baru yang dapat merangsang potensi siswa.
Menurutnya, masih banyak sekolah di Kota Bandung yang masih menerapkan pembelajaran dengan metode konvensional. Oleh karena itu, pihaknya berharap tumbuh juga kreativitas dari guru maupun sekolah, untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih baik.
"Dengan terus mempertahankan mutu dan kualitas pembelajarannya, tentu akan memberikan dampak positif kepada para siswa," tambahnya. (Okky Adiana)
Editor : DeryFG

