Nadiem Makarim : Kegiatan PAUD Sangat Penting

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menegaskan kegiatan PAUD itu sangat penting lantaran dirinya mengetahui Merdeka Belajar dari PAUD.

Nadiem Makarim : Kegiatan PAUD Sangat Penting
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyebutkan PAUD sangat penting lantaran dirinya pun banyak mengetahui Merdeka Belajar dari PAUD.

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu sangat penting.

Nadiem Makarim mengaku dirinya pun banyak belajar tentang Merdeka Belajar itu  dari PAUD.

"Otomatis projek best learning. Dia selalu berkelompok, bernyanyi, bermain, itu namanya Merdeka Belajar," kata Nadiem Makarim, saat mengunjungi SMP Negeri 2 Bandung, Senin 17 Januari 2022.

Dia mengatakan, kenapa anak-anak SMA tidak seperti PAUD, lebih dengan konsep bermain, berkolaborasi, beda dengan anak remaja. PAUD itu adalah, satu jendela dimana anak ini untuk menentukan, sekolah itu seru apa tidak.

Baca Juga: Antusiasme Mahasiswa Unjani Tinggi Ikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

"Jadi yang lebih penting lagi dari kemampuan baca, tulis dan hitung (Calistung) untuk anak, buat saya yang lebih penting lagi, anak itu dari umur kecil mengasosiasikan sekolah itu dengan kesenangan, mengasosiakan belajar dengan kesenangan, mengasosiasikan buku dengan keseruan, apa tidak," kata Nadiem.

Menurut dia, kalau ditanya penting atau tidak PAUD itu, jawabannya sangat penting. Tapi definisi literasinya apa dulu. Bagi banyak orang definisi literasi itu anak bisa conecting apa tidak. Anak-anak bisa baca sampai dia kelas 3, abis itu drop dan jatuh dengan negara-negara lain.

"Kenapa, karena yang diajarkan membaca, bukan diajarkan mengerti bacaannya apa. Dan satu-satunya cara untuk kita ngajarin anak-anak, nggak ada cara lain anak itu harus senang baca," ucapnya.

Baca Juga: Implementasikan Merdeka Belajar, Disdik KBB Terima Hibah Matching Fund

Dia menambahkan, ini bukan hal yang rumit sebenarnya. Kalau anak ingin literasi negara tinggi, pihaknya harus menciptakan generasi yang cinta baca.

"Caranya, gimana saya kembalikan kepada pakar yakni guru. Filsafatnya aja harus diubah," imbuhnya.

Selain itu, bagaimana anak-anak Indonesia bisa jatuh cinta dengan buku, kalau tidak pernah dibacakan buku-buku tersebut. Lebih sedih lagi, kalau melihat rak buku di perpustakaan yang selalu rapi dan tidak pernah diambil oleh anak-anak.

"Jadi, seluruh transformasi PAUD menurut saya, Merdeka Belajar PAUD adalah, mulai dengan rasa cinta dengan belajar, caranya gimana dibacain dengan buku-buku seru, suruh dia baca dengan buku-buku yang diinginkan, bukan buku anda yang dia baca, tapi buku yang dia anak baca," tambahnya. (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran