INILAH, Jakarta- Presiden Indonesia Joko Widodo berharap Satgas Anti Mafia Bola membersihkan sepak bola Indonesia dari para mafia. Dia pun punya harapan lain.
Ya, Jokowi ingin melihat juara di liga-liga Indonesia murni atas perjuangan memenangi satu laga ke laga lainnya. Artinya, dia enggan kembali mendengar kata 'juara settingan'.
"Yang juara juga betul-betul juara agar jangan sampai kita sudah terlanjur wah (euforia kemenangan) wah juara, juara, tapi ternyata (hasil pengaturan skor). Ternyata banyak pengaturan skor. Itu yang saya kira dituntaskanlah sampai rampung," tegas Presiden.
Seperti diketahui, muncul dugaan Persija Jakarta disetting juara Liga 1 Indonesia 2018. Beberapa waktu lalu, mantan pengelola PS Mojokerto Putra (PSMP) yang menjadi tersangka kasus dugaan pengaturan skor, Vigit Waluyo, kembali menyampaikan Persija merajai Liga 1 atas hasil settingan.
"Kuncinya di penjadwalan dan perwasitan. Kalau memang jadwalnya yang bermain kandang di awal dan akhir tentunya bisa kita lihat," tutur Vigit. "Misalnya tim ini di akhir kompetisi, yang tuan rumah itu terakhir, menurut saya itu pasti setting-an," sambungnya.