Inikah Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang yang Sebabkan Tewasnya 41 Napi?

Apakah penyebab terjadinya kebakaran yang menewaskan 41 orang narapidana Lapas Tangerang? Polisi masih melakukan penyelidikan.

Inikah Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang yang Sebabkan Tewasnya 41 Napi?
Kantong jenazah dibawa ke rumah sakit dari Lapas Tangerang.

INILAHKORAN, Jakarta – Apakah penyebab terjadinya kebakaran yang menewaskan 41 orang narapidana di Lapas Kelas 1 Tangerang? Polisi masih melakukan penyelidikan.

Tapi, sejauh ini, petugas Polda Metro Jaya menduga penyebab kebakaran yang terjadi pada Rabu dinihari di Lapas Kelas 1 Tangerang itu adalah akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

“Berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik, nanti akan didalami lagi,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banteng, Rabu.

Meski demikian kepastian penyebab kebakaran tersebut akan disampaikan usai Mabes Polri dan Polda Metro Jaya selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang.

Baca Juga: Innalillahi...Sepertiga Napi Penghuni Blok C2 Lapas Tangerang Meninggal

Fadil juga mengatakan saat ini tim forensik kepolisian telah menggelar penyelidikan secara maraton di Lapas Tangerang.

“Tim dari Puslabfor Mabes Polri dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Tangerang bekerja maraton untuk mengetahui penyebab kebakaran,” ujarnya kepada Antara.

Lapas Kelas 1 Tangerang saat ini menampung sebanyak 2.072 warga binaan sedangkan Blok C2 yang mengalami kebakaran diketahui menampung 122 orang.

Setelah peristiwa tersebut narapidana penghuni Blok C2 telah dipindahkan ke blok lainnya yang berjarak cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Baca Juga: 41 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Hebat yang Melanda Lapas Tangerang

Sebanyak 41 narapidana tewas dalam kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Kebakaran diperkirakan berlangsung sekitar dua jam.

Selain itu ada delapan warga binaan yang menderita luka berat yang saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang dan RS Sitanala untuk mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan 72 penghuni lapas yang menderita luka ringan telah mendapatkan pertolongan medis di Poliklinik Lapas Tangerang.


Editor : inilahkoran