Jleb! Sosiolog Anggap Giring Serang Anies karena Elektabilitas, Bisanya Cuma Nampang di Baligo Besar
Plt Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha disebut sedang mencari panggung dengan menyebut Anies Baswedan pembohong.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Plt Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha malah mendapat kritik dari berbagai kalangan gegara pernyataannya yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong.
Giring menyebut bahwa Anies adalah pembohong karena tidak bisa mengatasi krisis pandemi Covid-19.
"Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak," ujar Giring.
Baca Juga: Giring Ganesha Tuding Anies Baswedan Pembohong, Natalius Pigai: Siapa itu Giring? Kita Tidak Kenal
Tak tanggung-tanggung, dalam narasinya itu, Giring mengatakan kepada publik agar mengingat rekam jejak Anies hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024," katanya.
Sosiolog Musni Umar membantah pernyataan Giring. Dia menyebut sepak terjang Anies sudah tak diragukan lagi. Seorang akademisi pendidikan dan juga politikus Indonesia yang handal.
Baca Juga: Ternyata, Giring Ganesha Kesal Lihat Anies Baswedan Sering Muncul di Media Bahas Pandemi
Anies pun telah menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun. Berbeda dengan Giring yang hanya tampak dalam baliho bertulisan ‘Giring Untuk Presiden 2024’.
Baca Juga: Heboh Giring Sebut Anies Baswedan Pembohong, Begini Duduk Perkaranya
"Sebagai bakal Capres 2024 yg sudah pasang Baliho yg besar diberbagai sudut di Jakarta terus saja pasang baliho. Jangan karena belum punya elektabilitas serang Anies. Memang serang Anies bisa hadirkan simpati publik? Sebut Anies pembohong pidana," tulis Musni dalam akun Twitter.***
Editor : inilahkoran


