Satgas Covid-19 Sampaikan Rekomendasi Prokes Jelang PON XX Papua
Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 mengingatkan pentingnya prokses jelang pelaksanaan PON XX 2021 di Papua
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan segera digelar pada 2 hingga 13 Oktober 2021.
Di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung ini, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyampaikan beberapa rekomendasi protokol kesehatan saat PON XX Papua berlangsung.
Kabid Perubahan perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry Harmadi mengatakan rekomendasi protokol kesehatan tersebut dalam rangka mencegah dan memitigasi risiko penularan Covid-19.
Sonny menjelaskan bahwa Satgas Covid-19 merekomendasikan sistem bubble (atlet, ofisial panitia. dan lainnya) tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan di luar rencana aktivitas yang sudah ditentukan.
"Dengan sistem bubble ini dia berada di tempat yang aman lalu kemudian dia berpindah dengan transportasi yang aman, ke tempat tujuan yang sudah dijadwalkan dan aman. Jadi tidak boleh di luar itu," ujarnya dalam Talkshow 'Kesiapan Pemerintah Terapkan Prokes Covid-19' di YouTube BNPB, Kamis 23 September 2021.
Baca Juga: Jokowi Akan Berantas Mafia Tanah, Fadli Zon: Sulit Dipercaya Jika Tak Direalisasikan
Lebih lanjut, Sonny menuturkan rekomendasi protokol kesehatan lainnya yakni dengan adanya pembagian zonasi venue.
"Zona 1, 2 dan 3 yang memastikan orang itu bisa mematuhi protokol kesehatan termasuk menjaga jarak. Kita pastikan harus mudah dilaksanakan serta adanya tempat cuci tangan dan toilet yang memadai," jelasnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan PON XX Papua ini ada beberapa protokol kesehatan yang diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19.
"Jadi memang ada banyak hal yang disiapkan termasuk di dalamnya pertimbangan kapasitas venue baik itu indoor yang mempunyai risiko penularan lebih tinggi dan outdoor, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan hal lainnya," tutur Sonny.
Sonny juga mengatakan, Satgas Covid-19 ingin memastikan bahwa penyelenggaraan PON dari mulai pembukaan sampai penutupan dan kembali ke daerah masing-masing dengan risiko penularan yang rendah.***(Firda Rachmawati)
Editor : inilahkoran


