Menunggu Sinyal Arab Saudi, Penyelenggaraan Haji Indonesia 2022 di Tengah Ketidakpastian

Penyelenggaraan haji Indonesia 2022 masih penuh dengan ketidakpastian. Saat ini Indonesia masih menunggu sinyal Arab Saudi

Menunggu Sinyal Arab Saudi, Penyelenggaraan Haji Indonesia 2022 di Tengah Ketidakpastian
Perjalanan haji Indonesia 2022 di tengah ketidakpastian karena masih menunggu sinyal dari Arab Saudi

INILAHKORAN,Jakarta,-Penyelenggaraan haji Indonesia dalam ketidakpastian. Pasalnya hingga saat ini Indonesia masih menunggu sinyal pemerintah Arab Saudi.

Penyelenggaraan haji di Indonesia terus menjadi teka-teki di tengah ketidakpastian menunggu sinyal Arab Saudi. Padahal, jika menurut jadwal, penyelenggaraan haji akan dilaksanakan Juni 2022.

Kendati pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengaku telah melakukan berbagai pertemuan dengan Arab Saudi, nyatanya penyelenggaraan haji Indonesia tetap tak jelas.

Baca Juga: Capai Target Vaksinasi Anak, Polrestabes Gandeng Masyarakat Tionghoa Peduli

Hingga saat ini Kemenag masih menunggu kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi dari Pemerintah Arab Saudi

Kendati begitu, Kemenag mengaku telah menyiapkan skenario pelaksanaan dan pemberangkatan jamaah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.

"Mengingat sampai dengan saat ini wabah Covid-19 belum berakhir, yang ditandai dengan munculnya varian Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaraan haji," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI dikutip dari Antara, Kamis, 13 Januari 2021

Baca Juga: Biaya Perjalanan Umrah Tahun 2022, Ini Rincian Biaya Termurah Hingga Estimasi Tertingginya

Menurutnya, ada tiga opsi yang disiapkan, yakni secara kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan haji seperti dua tahun sebelumnya demi keselamatan bersama.

Dia menjelaskan pemerintah hingga saat ini tetap bekerja dengan menyiapkan opsi pertama. Sejumlah mitigasi disiapkan, seperti siapa saja calon jamaah yang akan diberangkatkan hingga rencana penerbangan.

"Kita semua berharap wabah ini segera berakhir, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun sebelum-sebelumnya," kata dia.

Baca Juga: Mardani Ali Sera Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tidak Urgen

Ia menjelaskan calon jamaah haji yang akan diberangkatkan adalah mereka yang berhak berangkat pada 1441 Hijriah/2020 Masehi.

Calon jamaah haji telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) maupun yang belum sempat melunasi bipih. "Serta tidak melakukan pembatalan hajinya," kata dia.

Kemenag juga mengaku telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara penerbangan haji 1441 Hijriah/2020 Masehi yakni Garuda Indonesia, Saudi Arabia Airlines, dan Flynas.

Baca Juga: Gratis! Ini Lokasi Kegiatan Vaksinasi Booster Bulan Januari 2022

Dari hasil tersebut, Kemenag mengambil kebijakan tidak akan menerapkan pembatasan jarak (social distancing) demi efisiensi, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Keputusan ini diambil dengan alasan seluruh penumpang sudah dilakukan vaksinasi, 'swab' (tes usap), dan karantina, serta dalam rangka efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji mengingat begitu besarnya biaya yang harus ditanggung jamaah haji," kata dia.

Persiapan lainnya yakni terus berkoordinasi dengan Arab Saudi soal kebijakan penyelenggaraan ibadah dan kuota haji.

Baca Juga: Waduh, Polisi Ungkap Jual Beli 30 Ribu Bungkus Rokok Ilegal

Pengintegrasian siskohat dengan aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna, simulasi pemberangkatan jamaah, hingga penerapan pembatasan jarak dalam pelayanan di embarkasi Indonesia maupun Arab Saudi.

Lebih lanjut Zainut mengatakan Pemerintah Indonesia telah melakukan rangkaian koordinasi dengan otoritas terkait pada November 2021 untuk memperoleh kepastian soal penyelenggaraan haji.***


Editor : inilahkoran