Fakta-fakta Miris Nasib Pekerja dalam Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Disiksa hingga Diisolasi!

Miris! Para pekerja di dalam kerangkeng manusia milik Bupati Langkat ternyata mendapat perlakuan bak binatang. Mereka disiksa.

Fakta-fakta Miris Nasib Pekerja dalam Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Disiksa hingga Diisolasi!
Penampakan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin

INILAHKORAN, Bandung- Terbongkar, kerangkeng manusia di dalam rumah Bupati Langkat yang baru saja terjaring OTT KPK, Terbit Rencana Peranginangin.

Ternyata, kerangkeng manusia milik Bupati Langkat itu ditinggali 40 pekerja yang bernasib miris.

Para pekerja di dalam kerangkeng manusia milik Bupati Langkat diduga mengalami penyiksaan. Bahkan, mereka dipaksa bekerja tanpa menerima gaji.

Baca Juga: Punya Kerangkeng Manusia Diduga untuk Eksploitasi 40 Pekerja, Ini Profil dan Harta Kekayaan Bupati Langkat

Seperti dikutip InilahKoran dari Pikiran-Rakyat.com, dugaan soal kerangkeng manusia milik Bupati Langkat awalnya diungkap Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care.

Mereka mendapat laporan soal kerangkeng manusia yang menyerupai penjara di dalam rumah Bupati Langkat.

Berikut ini, fakta-fakta soal kerangkeng manusia dan dugaan praktik perbudakan manusia yang bakal menjerat Bupati Langkat, Terbit Peranginangin:

Baca Juga: Bentrok Dua Kelompok di Sorong, 11 Tewas Usai Tempat Karaoke Dibakar, Begini Kronologinya

Tempat Tinggal Pekerja

Ternyata, kerangkeng manusia sengaja dibangun Bupati Langkat untuk ditinggali para pekerja di kebun sawit miliknya.

Mirisnya, kerangkeng manusia itu persis seperti penjara dimana tampak jeruji besi dan gembok yang mengekang para pekerja.

Ada 40 Pekerja

Berdasarkan data yang diungkap Migrant Care, terdapat 40 pekerja di dalam kerangkeng manusia milik Bupati Langkat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca 25 Januari 2022: Hujan Guyur Sebagian Wilayah Kota Bandung

Sebanyak 40 pekerja, itu dibagi dua untuk menempati dua kerangkeng.

Para pekerja itu bekerja selama 10 jam per hari. Kabarnya, mereka tidak menerima bayaran atas keringatnya.

Dugaan Penyiksaan

Selain terisolasi bak para narapidana, pekerja-pekerja di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat itu tak jarang mengalami tindak penyiksaan.

Baca Juga: Jadwal Acara TV yang Tayang Hari Ini Selasa 25 Januari 2022, RCTI

Dalam salah satu foto yang beredar di media sosial, tampak seorang pekerja berkepala plontos dengan luka lebam di wajahnya.

Para pekerja, itu juga diduga tidak mendapatkan makanan yang layak.

Temuan Polisi

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Putra Panca mengklaim pihaknya yang menemukan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat saat mendampingi KPL dalam OTT.

Baca Juga: Lansia 88 Tahun Dituduh Maling dan Dikeroyok Hingga Tewas, Polisi Tangkap Pelakunya

Ketika itu, polisi hanya mendapati tiga hingga empat orang yang berada dalam kerangkeng manusia itu.

Tempat Rehabilitasi

Awalnya, kerangkeng manusia dibangun Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin sebagai tempat rehabilitasi para pecandu narkotika.

Baca Juga: Rela Bangun Jam 3 Pagi Anter Fuji ke Bandara, Thariq Halilintar Ngejar Cintanya Fuji?

Kerangkeng manusia itu dibuat dengan menggunakan dana pribadi sekitar sepuluh tahun yang lalu.***


Editor : inilahkoran