Bertahun-tahun Terlilit, Buaya Berkalung Ban di Palu Akhirnya Bebas

Buaya berkalung Ban di Palu yang kisahnya sempat viral dan menjadi sorotan dunia kini akhirnya terbebas.

Bertahun-tahun Terlilit, Buaya Berkalung Ban di Palu Akhirnya Bebas
Sejumlah warga saat memotong ban yang melilit buaya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.



INILAHKORAN, Bandung - Buaya berkalung Ban di Palu yang kisahnya sempat viral dan menjadi sorotan dunia kini akhirnya terbebas.

Pasalnya, kemarin malam, Senin 7 Februari 2022 ban yang terlilit di leher sang predator tersebut berhasil dilepaskan.

Dikutip dari Instagram @andreli_48, proses pelepasan ban di leher buaya cukup menegangkan. Hal tersebut dikarenakan ukuran buaya yang besar dan sewaktu-waktu bisa menyerang.

Baca Juga: Kolaborasi Unik Alumni SMA Negeri 5 Bandung dalam Aksi Jembatan Gantung Cililin KBB

Di video itu nampak seorang pria berkaos putih mencoba untuk menggergaji ban yang terlilit di leher buaya berukuran besar tersebut.

Buaya tersebut terlihat ditutupi kain. Usai digergaji beberapa kali, ban tersebut akhirnya lepas dari leher buaya.

Menurut keterangan di video tersebut, sosok yang berhasil membantu buaya tersebut dari jeratan ban di lehernya yakni seorang warga Kota Palu, Sulawesi Tengah bernama Hili.

Baca Juga: Doddy Sudrajat Bersikukuh Pindahkan Makam Vanessa Angel, Haji Faisal: Kami Akan Coba Bertahan

Dalam keterangannya, pria yang disapa bang Hili itu mempersiapkan penangkapan biaya berkalung ban itu dalam beberapa minggu terakhir.

Dirinya menggunakan sistem jerat berumpan ayam. Kemudian, pada pukul 18.30 WITA bang Hili berhasil mengevakuasi buaya tersebut ke daratan dengan dibantu puluhan warga untuk mengangkat predator itu.

Seperti diketahui, buaya berkalung ban tersebut sempat viral di media sosial sekira tahun 2016.

Baca Juga: Raffi Ahmad Investasi di Platform Audio Noice, Akan Ada Kolaborasi Konten RANS Entertainment dengan Noice

Sejumlah pemerhati reptil dan ahli satwa asal luar negeri datang ke Kota Palu untuk membantu melepaskan ban tersebut. Namun, saat itu buaya tersebut jarang menampakkan diri ke daratan sehingga proses penyelamatan pun gagal.***


Editor : inilahkoran