Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Dilakukan Secara Digital

Menkominfo Johnny G. Plate menyebut digitalisasi dalam Pemilu sangat mungkin dilakukan pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang.

Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Dilakukan Secara Digital
Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Dilakukan Secara Digital

INILAHKORAN, Bandung – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebut digitalisasi dalam Pemilu sangat mungkin dilakukan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Pemungutan suaran secara digital juga kata Johnny G. Plate sudah banyak negara yang sudah mulai menerapkan e-voting.

Lebih lanjut menurutnya Pemilu 2024 menjadi momentum untuk menghasilkan pemimpin masa depan Indonesia dengan komitmen digitalisasi Indonesia.

Baca Juga: Ditargetkan Juni 2020, Ridwan Kamil Mengaku Segera Resmikan TPPAS Lulut-Nambo

Dengan dilakukannya pemilu secara digital juga ungkap Jhonny memiliki manfaat, di antaranya mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate baik dalam tahapan pemilih.

“Verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara hingga transmisi dan tabulasi hasil pemilu,” tutur Johnny G. Plate dikutip dari PMJ News, Kamis, 24 Maret 2022.

Johnny juga menyebut Estonia yang telah menerapkan digitalisasi dalam Pemilu. Estonia telah menerapkan sistem tersebut sejak 2005 dan telah memiliki sistem pemilihan umum digital di tingkat kota dan negara.

Baca Juga: Spoiler Thirty Nine Episode 10 : Joo Hee Khawatirkan Persahabatannya Dengan Cha Mi Jo akan Hancur

“Melalui pemungutan suara online yang bebas, adil dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting,” bebernya.

Johnny pun menyebut India telah mengadopsi sistem pemilihan secara digital. Ungkapnya, India bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi tengah mengembangkan teknologi blokchain.

“Jadi kalau kita melakukan benchmark dan studi tukar informasi dan pengetahuan, serta pengalaman bisa dilakukan bersama mereka,” tutur Jhonny.

Baca Juga: Ini Waktu Tepat Baca Amalan Doa Qunut Saat Tarawih, Buya Yahya: Sambut Nuzulul Quran

Mengenai inovasi digital, Johnny menyatakan secara teknis upaya akselerasi pembangunan infrastruktur TIK oleh pemerintah diharapkan memudahkan digitalisasi.

Johnny mengingatkan salah satu tantangan terbesar berkaitan dengan legitimasi. Oleh karena itu, Johnny mendorong upaya bersama meyakinkan masyarakat agar legitimasi Pemilu digital bisa diterima.

“Kita harus bisa memastikan, meyakinkan rakyat akan legitimate-nya pemilihan umum melalui proses legitimasi. Sehingga keberadaan inovasi digital menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.***


Editor : inilahkoran