Kemendikbudristek Berikan Informasi, Juli 2022 Mata Pelajaran PPKn Diganti Pendidikan Pancasila

Kemendikbudristek akan mengganti mata pelajaran PPKn dengan pelajaran Pendidikan Pancasila mulai Juli 2022 mendatang untuk semua jenjang

Kemendikbudristek Berikan Informasi, Juli 2022 Mata Pelajaran PPKn Diganti  Pendidikan Pancasila
Kemendikbudristek akan mengganti mata pelajaran PPKn dengan pelajaran Pendidikan Pancasila mulai Juli 2022 mendatang.

INILAHKORAN,Jakarta,- Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek)memastikan akan ada pelajaran baru mulai Juli 2022 mendatang yakni Pendidikan Pancasila.

Kemendikbudristek juga memastikan pembelajaran Pendidikan Pancasila tersebut akan diterapkan di semua jenjang pendidikan mulai tingkat PAUD,SD,SMP hingga SMA/SMK.

Pelajaran Pendidikan Pancasila itu, sesuai Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran.

Baca Juga: Jonathan Christie Gagal Juara di Korea Open, Ikhlas Ajang Super 500 Lepas dari Genggaman

Plt Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto mengungkapkan, sesuai Kepmendikbudristek mata pelajaran Pendidikan Pancasila tersebut diajarkan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

"Berdasarkan Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka)," ungkap Anang dikutip Inilahkoran.com dari Antara.

Anang menegaskan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila tersebut sebagai upaya mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Baca Juga: Unjuk Rasa Mahasiswa Besok, Polda Jabar Pastikan Takkan Ada Anggota Polisi Bawa Senpi

Pembelajaran yang diberikan tidak hanya terbatas pada teori tetapi juga melalui proyek nyata.

Mata pelajaran Pendidikan Pancasila tersebut akan menggantikan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang dimulai pada Juli 2022.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sendiri telah menyusun 15 buku pelajaran Pancasila dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Sebanyak 70 persen isi buku itu adalah adalah praktik ber-Pancasila dan 30 persen teori misalnya tentang sejarah Pancasila. ***


Editor : inilahkoran