Jokowi Minta Kasus Korupsi Minyak Goreng Diusut Tuntas

Jokowi meminta kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak goreng diusut tuntas.

Jokowi Minta Kasus Korupsi Minyak Goreng Diusut Tuntas
Jokowi meminta kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak goreng diusut tuntas.

INILAH KORAN, Bandung – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak goreng diusut tuntas.

Permintaan Jokowi itu ditujukan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Hal ini agar masyarakat mengetahui siapa saja pihak yang bermain dalam kasus ini.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak goreng ini pun telah menyeret nama Indrasari Wisnu Wardhana.

Baca Juga: Spoiler Military Prosecutor Doberman Episode 15: Yong Moon Gu Bikin Rencana Baru untuk Singkirkan No Tae Nam

Indrasari Wisnu Wardhana merupakan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PLN Kemendag) yang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

"Kemarin Kejagung sudah menetapkan 4 tersangka urusan minyak goreng ini dan saya minta diusut tuntas,” ucap Jokowi.

“Sehingga, kita bisa tahu siapa ini yang bermain, bisa ngerti," imbuhnya dikutip dari PMJ News, Rabu, 20 April 2022.

Baca Juga: Chandrika Chika Diperiksa Besok Soal Kasus Putra Siregar dan Rico Valentino

Jokowi mengatakan, hingga saat ini minyak goreng masih menjadi masalah serius meski pemerintah telah memberikan subsidi bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng untuk masyarakat.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan sampai saat ini harga minyak goreng di pasaran masih tinggi.

"Kita ingin harganya yang lebih mendekati normal,” pinta Jokowi.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Tuk Apa Bertahan – Bagas Ran

Dia mengakui bahwa harga Internasional memang tinggi jadi kebanyakan produsen yang justru melakukan ekspor.

“Jadi, memang harganya tinggi karena apa? Harga di luar harga internasional itu tinggi banget sehingga kecenderungan produsen itu pengennya ekspor memang harganya tinggi di luar," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menurunkan harga minyak goreng di pasaran.

Baca Juga: Yuk, Ngabuburit Sambil Lepas Penat di Lima Pantai Yang Dekat Kota Bandung

Misalnya, menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah. Jokowi menilai, penerapan kebijakan HET minyak curah ke produsen belum efektif.

Pasalnya, banyak minyak goreng curah yang dijual diatas HET yang ditetapkan pemerintah.

"Kita lihat sudah berjalan beberapa minggu ini belum efektif, di pasar saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan. Artinya, memang ada permainan," tutur Jokowi.

Baca Juga: Jalur Selatan Jawa Menjadi Rute Alternatif Bagi Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim

Dalam kasus ini Kejadung telah menetapkan 4 orang menjadi tersangka. Kasusnya masih terus dalam penyidikan dan pengembangan.***


Editor : inilahkoran