Nelangsa Pedagang Hewan Kurban, Omset Merosot hingga 50 Persen
Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul sejumlah penjual hewan kurban mengeluhkan angka penjualan yang menurun drastis. Bahkan, penurunanya hingga mencapai angka 50 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul sejumlah penjual hewan kurban mengeluhkan angka penjualan yang menurun drastis. Bahkan, penurunanya hingga mencapai angka 50 persen.
Satu diantara penjual hewan kurban di Kota Bandung, Hasol Farm, Zehan Fahma mengatakan, tahun ini angka penjualannya menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumya, Dia bisa menjual 100 ekor sapi pada tiga minggu sebelum Hari Raya Idul Adha.
"Setengahnya dari tahun kemarin, tiga minggu sebelum hari h tahun kemarin, kalau sapi tahun kemarin tiga minggu sebelum idul adha 100 ekor udah keluar, kalau sekarang baru 50 ekor," ucap Zehan saat ditemui di kandang Hasol Farm di Kawasan Majahlega, Kota Bandung, Senin (13/7/2020).
Zehan mengungkapkan, berdasarkan keluhan langganan tetapnya, penurunan angka penjualan hewan kurban tersebut akibat para langganannya, terutama DKM-DKM masjid masih meragu untuk mengadakan penitipan hewan kurban. Pasalnya, belum adanya kejelasan terkait aturan berkurban di tengah Pandemi Covid-19.
"Banyak masjid yang bingung untuk beli hewan kurban. Kebanyakan langganan DKM juga pending menunggu kepastian pemerintah boleh apa engganya, karena kan mereka pada takut ada larangan kumpul-kumpul," ungkap Zehan.
"Sementara proses kurban membutuhkan banyak orang untuk membantu. Mulai dari proses penyembelihan hingga pencacahan dan pembagian daging kurban," sambungnya.
Sementara itu, lanjut Zehan, untuk penjualan hewan kurban jenis Domba angka penurunan penjualannya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, harga hewan kurban jenis Domba masih relatif terjangkau dan pembelinya perorangan.
"Kalau domba masih agak stabil, karena kebanyakan pembeli perorangan, domba itu sediain 120 ekor sekarang udah 70 an ada," ujar Zehan.
"Domba dari 2 juta sampai 5 juta, kalau sapi dari 17,5 juta sampai yang ada di kandang 30 jutaan," lanjutnya.
Saat disinggung antisipasi penjual hewan kurban ditengah Pandemi Covid-19. Zehan mengungkapkan, dirinya melakukan penjualan melalui media sosial juga. Selain itu, Dia juga mengurangi stok hewan kurban untuk menghindari kerugian.
"Kalau online sih paling cuma mengandalkan sosial media saja. Saya juga waswas jadi mengurangi stok. Biasanya tahun kemarin stok sapi 180an, sekarang cuma 100 ekor," tandasnya.
Senada dengan Hasol Farm, penjual hewan kurban lainnya, Ardi Farm, Ardi Satya Maharsa, menyebutkan, angka penjualannya ditengah Pandemi Covid-19 menurun drastis hingga 50 persen. Dia juga mengaku kehilangan penjualan dari masjid langganannya.
"Tahun kemarin sapi sdh keluar 100 ekor. Sekarang baru 54 ekor. Biasanya dua masjid ngambil 12 ekor, sekarang libur sama sekali tidak ambil," ujar Ardi saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ardi mengungkapkan, kebanyakan pembeli takut untuk membeli hewan kurban langsung ke kandang. Oleh karena itu, Dia juga menyiasatinya dengan berjualan secara daring atau online.
"Jadi sekarang kami enggak buka lapak. Via online saja penjualan di media sosial," ungkap Ardi.
Untuk mengantisipasi banyaknya masjid yang tidak menyediakan penitipan, dan penyembelihan hewan kurban. Ardi menambahkan, pihaknya menyediakan jasa penyembelihan dan pencacahan.
Nantinya, pembeli akan menerima langsung paket daging hewan kurbannya yang sudah disembelih dan dicacah. Pihaknya pun sudah mempersiapkan tim penyembelih untuk hal tersebut.
"Jauh-jauh hari, kami sudah menyiapkan juru sembelih. Pembelian secara online bisa, bisa mengirim hanya daging saja," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat


