Nelayan Tewas Tersambar Petir Saat Melaut di Pantai Taman Manalusu

Seorang nelayan Saiman bin Sarhani (32) warga Kampung Pabuaran RT 02 RW 01 Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut tewas tersambar petir saat mencari ikan di perairan pantai Taman Manalusu Desa Kecamatan Cikelet, Senin (2/3/2020) sekitar pukul 16.15 WIB.

Nelayan Tewas Tersambar Petir Saat Melaut di Pantai Taman Manalusu
istimewa

INILAH, Garut-Seorang nelayan Saiman bin Sarhani (32) warga Kampung Pabuaran RT 02 RW 01 Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut tewas tersambar petir saat mencari ikan di perairan pantai Taman Manalusu Desa Kecamatan Cikelet, Senin (2/3/2020) sekitar pukul 16.15 WIB.

Sedangkan rekannya Dadan bin Kandi (55) asal Kampung Jampang RT 01 RW 09 Desa Jatimulya Kecamatan Pameungpeuk selamat. Namun dia mengalami gangguan pendengaran telinga sebelah kiri akibat kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut Firman Karyadin melalui Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Garut TB Agus Sopyan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dia menceritakan peristiwa yang menimpa kedua nelayan tersebut bermula ketika sekitar pukul 16.00 WIB, Saiman dan Dadan dengan menggunakan perahu Putri Bungsu turun melaut hendak mencari ikan. Mereka berangkat dari dermaga pantai Santolo.

Ketika memasuki wilayah perairan pantai Taman Manalusu, cuaca berubah. Hujan turun disertai petir saling menyambar. Padahal sewaktu berangkat dari dermaga pantai Santolo, kondisi cuaca cerah.

Tanpa dapat dicegah, salah satu petir menyambar Saiman yang langsung jatuh tersungkur. Korban meninggal dunia seketika dengan luka bakar pada daerah dada mendekati leher.

Sedangkan rekannya, Dadan selamat. Namun tak urung bagian telinga kirinya terganggu akibat dahsyatnya suara ledakan sambaran petir.

Pada keadaan seperti itu, dia masih sempat menangkap tubuh Saiman yang hampir tercebur ke laut setelah disambar petir. Dia lalu menidurkan korban di perahu.
Dengan sekuat tenaga, Dadan memutarkan arah laju perahu balik kembali menuju dermaga pantai Santolo.

Setiba di sana, dia langsung meminta bantuan rekan nelayan lainnya, dan warga mengevakuasi korban yang terus dibawa ke Puskesmas Cikelet menggunakan mobil patroli Sat Pol Air Polres Garut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan Puskesmas Cikelet ke pihak keluarga untuk dilakukan pengurusan, dan dimakamkan.(zainulmukhtar)


Editor : JakaPermana