Nenek-nenek Inggris Pengumbar Syahwat Galau, Negara Ini Larang Mereka Datang Cari Berondong untuk Wisata Seks

Nenek-nenek Inggris pengumbar syahwat kini mulai galau. Pasalnya, salah satu destinasi mereka mencari berondong mulai terutup, yakni di Gambia.

Nenek-nenek Inggris Pengumbar Syahwat Galau, Negara Ini Larang Mereka Datang Cari Berondong untuk Wisata Seks
Nenek-nenek Inggris menjadikan wisata ke Gambia sebagai wisata seks dengan mencari berondong-berondong muda dari negara miskin itu.

INILAHKORAN, Londonnenek-nenek Inggris pengumbar syahwat kini mulai galau. Pasalnya, salah satu destinasi mereka mencari berondong mulai terutup, yakni di Gambia.

Gambia memohon kepada nenek-nenek Inggris untuk menjauh dari negara itu jika mereka datang ke sana hanya untuk mencari kalangan berondong saat berkeliling di Afrika Barat itu.

Sebuah permohonan baru dari Dewan Pariwisata Gambia telah memperingatkan "wisata seks" nenek-nenek Inggris itu, dengan seorang pejabat dewan mengklaim negara itu hanya menginginkan "turis berkualitas".

Biasanya terlihat di Gambia adalah penduduk lanjut usia dari Inggris yang berkeliaran di klub malam dan jalan-jalan dengan kekasih yang lebih muda. Secara tak langsung, nenek-nenek Inggris itu menjadikan Gambia sebagai negara dengan reputasi sebagai surga seks bagi para nenek.

Penduduk setempat dengan tulus berharap Gambia untuk mengubah reputasi itu. Hal itu diawali dengan kebijakan baru yang akan mendatangkan "turis berkualitas" dan bukan nenek-nenek Inggris yang mencari seks.

“Yang kami inginkan adalah turis berkualitas. Turis yang datang untuk menikmati negara dan budaya, bukan turis yang datang hanya untuk seks,” kata Abubacarr S. Camara, Direktur Dewan Pariwisata Gambia.

Penerbangan murah Thomas Cook ke bekas jajahan Inggris dan liburan murah yang diberikan ke Gambia dikatakan telah memberi jalan bagi kebangkitan pariwisata seks.

Ini adalah jenis pariwisata yang telah hidup lebih lama dari Thomas Cook, yang bangkrut pada 2019, dan bertahan melalui pandemi virus corona.

Penduduk setempat dan pemilik bisnis di Gambia mengatakan nenek-nenek yang gila seks telah menyebabkan penurunan reputasi negara.

Annette Griffin, pemilik pub ramah keluarga di Gambia, mengatakan tempat itu telah menjadi surga bagi wanita tua yang berharap menemukan kekasih berondong, yang telah menghentikan keluarga dari berlibur di sana.

“Sebagian besar turis yang datang ke sini, datang untuk wisata seks. Tapi selain dari sisi kumuhnya, ada sisi bagus dari Gambia. Saya datang ke sini sembilan tahun lalu untuk liburan dan tinggal sejak itu,” katanya.

Berondong Gambia sering mencari mangsa untuk wanita yang lebih tua, dengan istilah yang menggambarkan pria yang mencari nenek di pantai dengan harapan mendapatkan berondong.

Pemandu wisata Kausu Samateh menambahkan kemiskinan membuat pariwisata seks menjadi masalah yang meningkat.

“Orang-orang miskin di sini. Jadi mereka tidak punya pilihan. Mereka pikir lebih baik pergi ke Eropa di mana mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Mereka berharap bahwa wanita tua akan mengambilnya,” katanya.***


Editor : Zulfirman