INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil Jabar VIII Netty Prasetiyani menggandeng Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, dalam menggelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di DPD PKS Kota Bandung, Jalan Brigjen Katamso baru-baru ini.
Dimana langkah ini dilakukan sebagai upaya, guna mencegah terjadinya kasus human trafficking atau perdagangan manusia, yang masih kerap terjadi di sejumlah daerah.
Netty mengatakan, banyak masyarakat yang menjadi korban perdagangan manusia karena berbagai iming-iming bekerja di luar negeri. Salah satunya, dijanjikan magang kerja di salah satu perusahaan tertentu.
"Para pencari kerja ke luar negeri, tadinya kerja di resto ternyata jadi operator judi online di Kamboja. Itu kan pintu masuknya tuh magang, sampai sana jadi korban trafficking," ujar Netty.
Di Cianjur kata dia, ada warga yang dijanjikan kerja di luar negeri, tapi kerjanya tidak manusiawi. Masalah seperti ini, kata dia, harus menjadi perhatian pemerintah.
"Terus warga Cianjur tahun lalu itu yang dia harusnya kerja, ternyata di tempat kerja pertama melebihi jam kerjanya, dia pindah ke agensi yang lain ternyata setelah itu dilacurkan di Dubai sampai anaknya bikin konten," katanya.
Kasus perdagangan orang ini, kata dia, harus menjadi perhatian serius, salah satunya dengan memperketat jalur-jalur masyarakat bekerja ke luar negeri. Jangan sampai, nantinya korban dari perdagangan orang meningkat karena lemahnya pengawasan.
"Berikutnya kemudahan orang bekerja itu hanya karena informasi sepintas dari media sosial yang mereka terima tanpa literasi yang cukup memadai untuk menyiapkan diri, memiliki kompetensi, menyiapkan dokumen yang memenuhi syarat prosedural seperti itu," ucapnya.
Netty menambahkan, masyarakat juga jangan mudah menerima informasi mengenai lowongan magang ke luar negeri dengan persyaratan yang tidak jelas. Sebab, hal itu dapat menjadi pintu awal human trafficking.
"Jangan mudah untuk terjebak mengikuti tawaran bekerja ke luar negeri, tanpa memastikan bahwa mereka bekerja secara positif," tandasnya. (Yuliantono)