Ngatiyana Desak TPST Santiong dan Lebak Saat Cimahi Segera Beroperasi Optimal
Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta kesiapan TPST Santiong dan Lebak Saat dipercepat untuk mendukung penanganan sampah di tengah kepadatan penduduk. Salin meta d
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mempercepat kesiapan operasional Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Santiong dan TPST Lebak Saat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi tekanan volume sampah di Kota Cimahi yang memiliki wilayah relatif kecil dengan kepadatan penduduk tinggi.
Ngatiyana menegaskan, kedua fasilitas pengolahan sampah itu harus berfungsi secara maksimal, bukan sekadar berdiri tanpa memberikan hasil nyata dalam penanganan sampah.
"Cimahi sedang menghadapi tantangan berat, wilayah yang relatif kecil dengan kepadatan penduduk yang tinggi menghasilkan volume sampah yang tidak sebanding dengan luas areal penanganannya," kata Ngatiyana, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pemilahan di rumah tangga, pengumpulan sampah secara terpilah, pengolahan di TPST, hingga penanganan residu yang tidak dapat diolah kembali.
"Tanpa sistem yang utuh, keberadaan TPST hanya menjadi bangunan tanpa fungsi yang berarti," ujarnya.
Ngatiyana menjelaskan, keberhasilan pengoperasian TPST tidak cukup hanya mengandalkan bangunan dan mesin yang telah terpasang. Sejumlah aspek pendukung harus dipastikan siap agar fasilitas dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Persyaratan tersebut meliputi kesiapan sumber daya manusia, kejelasan kelembagaan pengelola, kepastian anggaran operasional dan pemeliharaan jangka panjang, ketersediaan standar operasional prosedur (SOP), jaminan keselamatan kerja, serta kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas pengolahan.
"Tanpa kelengkapan ini, risiko terhentinya operasional di tengah jalan sangat terbuka lebar," ucapnya.
"Kita harus memastikan ketersediaan anggaran operasional dan pemeliharaan, kesiapan operator, keselamatan kerja, serta kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas," imbuhnya.
OPD Diminta Susun Rencana Aksi
Untuk mempercepat kesiapan kedua fasilitas tersebut, Ngatiyana meminta seluruh OPD terkait segera menyusun dan menjalankan rencana aksi yang terukur, lengkap dengan tenggat waktu pelaksanaan yang jelas.
Langkah itu diperlukan agar kendala administratif maupun teknis dapat diselesaikan sebelum TPST Santiong dan TPST Lebak Saat beroperasi penuh.
Menurut Ngatiyana, kesiapan pengelolaan harus menjadi perhatian sejak awal agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi sesuai tujuan. Selain kesiapan infrastruktur, kesinambungan operasional dan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah juga menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Pemkot Cimahi diharapkan dapat memastikan seluruh aspek pendukung tersebut berjalan selaras sehingga kedua TPST mampu berkontribusi dalam penanganan sampah di tengah tingginya kepadatan penduduk kota.***
Editor : JakaPermana
