NU Bogor Sarankan Dua Kader Non-politik Ini Jadi Menteri Agama 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak lagi terpilih kembali menduduki jabatan tersebut. Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019) lusa, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor KH Romdhon pun menyuarakan aspirasinya.

NU Bogor Sarankan Dua Kader Non-politik Ini Jadi Menteri Agama 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak lagi terpilih kembali menduduki jabatan tersebut. Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019) lusa, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor KH Romdhon pun menyuarakan aspirasinya.

Saat ditemui INILAH, Romdhon meminta Menteri Agama yang akan dipilih Presiden Jokowi sebaiknya  mencerminkan mayoritas ummat Islam di Indonesia. Baik dari segi fikrah, amaliyah, pemahaman, dan pelaksanaan ibadah keagamaannya.

"Kalau dari segi fikrah, amaliyah, pemahaman, dan pelaksanaan ibadah keagamaannya ummat Islam mayoritas adalah Nahdlatul Ulama. Maka, saya berharap Menteri Agama pengganti Lukman Hakim Saufuddin adalah kader Nahdlatul Ulama," ujar Romdhon, Jumat (18/10/2019).

Dia menyarankan, agar Kementerian Agama lebih baik kinerjanya sebaiknya orang nomor satu di kementerian itu tidak dijabat politikus. Namun, bisa diambil dari pengurus PB NU atau NU struktural.

"Di PB NU itu banyak kok tokoh-tokoh yang baik seperti Gus Yahya Cholil Staquf, Profesor Nasaruddin Umar atau lainnya. Saya yakin dengan dipimpin oleh beliau-beliau Kementerian Agama ke depan akan lebih baik dari saat ini," tambah Kasie Pendidikan Agama Idlam Kamenag Kabupaten Bogor ini.

Ditemui wartawan di Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) Ciawi Bogor, secara gamblang Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menyatakan tidak lagi terpilih menjadi orang nomor satu di Kementerian Agama.

"Yang akan datang, Menteri Agama yang jauh lebih hebat, mumpuni dan baik dari saya untuk membantu pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin," kata Lukman.

Hasil penulusuran INILAH, Gus Yahya Cholil Staquf adalah pendakwah yang menjabat sebagai Katib Aam Syuriah PB NU periode 2015-2020. Saat ini, dia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Gus Yahya merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia merupakan anak salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (Bangsa) yaitu Muhammad Cholil Bisri. Dia juga pernah menjabat sebagai juru bicara Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

Sementara, Nasaruddin Umar adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebelumnya, pria kelahiran Sulawesi Selatan 23 Juni 1959 ini pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia pada 2011-2014. Selain itu, Pembantu Rektor III IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga  pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani