OJK Gencar Edukasi Pasar Modal Terpadu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal. Meski meningkat tipis, hingga kini indeks literasi dan inklusi pasar modal masih relatif rendah.

OJK Gencar Edukasi Pasar Modal Terpadu
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal. Meski meningkat tipis, hingga kini indeks literasi dan inklusi pasar modal masih relatif rendah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Keuangan 2016, indeks pasar modal nasional sebesar 4,4%. Angka itu meningkat dari yang sebelumnya sebesar 3,79% pada 2013.

“Artinya, dari 2013-2016 itu indeks pasar modal mengalami peningkatan sebesar 0,61%. Sedangkan, untuk indeks inklusi nasional juga mengalami peningkatan dari 0,11% pada 2013 menjadi 1,25% pada. Itu juga meningkat sebesar 1,14%,” kata Hoesen di Bandung, Kamis (20/6/2019).

Khusus kondisi di Jabar, menurutnya secara umum jumlah investor sektor pasar modal per April 2019 berjumlah 324.326 investor. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Jabar sebanyhak 48.037.600 jiwa, maka jumlah penduduk yang berinvestasi di sektor pasar modal kurang lebih sebesar 0,68%. 

Hingga saat ini, di Jabar terdapat 38 emiten ekuitas, 2 emiten yang khusus menawarkan obligasi, dan 1 perusahaan publik yang berkantor pusat di Jabar . Selain itu, di Jabar terdapat 27 perusahaan efek anggota bursa yang memiliki 60 kantor cabang yang tersebar di wilayah Jabar serta 2 perusahaan efek non-anggota bursa.

“Di Jabar ini juga manajer investasi ada 10 kantor cabang pemasaran. Plus Galeri Investasi BEI di Jabar ada 43. Yakni, 18 di Bandung, 5 di Bogor, 5 di Bekasi, 1 di Cimahi, 3 di Cirebon, 2 di Depok, 2 di Tasikmalaya, 2 di Subang, 2 di Sumedang,1 di Majalengka,1 di Kuningan, dan 1 di Ciamis,” ucapnya.

Hoesen mengakui, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal di Kota Bandung pihaknya menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Bandung pada 19-20Juni 2019. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder lainnya.

Diakuinya, tujuan utama kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di daerah atas informasi aktual perkembangan pasar modal. Selain itu, tujuan lainnya yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di pasar modal, dan memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui pasar modal.


Editor : Doni Ramdhani