Orang Tua Ridho Tagih Janji Bupati Dadang Naser
Heri Juheri (40) orang tua dari Ridho Maulidin Sukarna (8), bocah yang menjadi korban tabrak lari oleh oknum Bobotoh Persib pada Maret 2016 lalu hingga harus kehilangan kaki kiri, berharap pada Bupati Bandung Dadang M Naser merealisasikan janji.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Heri Juheri (40) orang tua dari Ridho Maulidin Sukarna (8), bocah yang menjadi korban tabrak lari oleh oknum Bobotoh Persib pada Maret 2016 lalu hingga harus kehilangan kaki kiri, berharap pada Bupati Bandung Dadang M Naser merealisasikan janji.
Seperti diketahui, Dadang Naser mengucap janji saat mengunjungi Ridho di rumahnya di Kampung Badaraksa RT 3 RW 14 Desa Jelegong Kecamatan Kutawaringin.
Heri mengatakan, pascamusibah yang menimpa anak tunggalnya itu ia dan Imas Hasanah (40) istrinya tak bisa leluasa mencari nafkah untuk keluarga. Karena selama masa penyembuhan kurang lebih 1,5 tahun ia harus mengantar Ridho berobat ke rumah sakit. Kemdian, setelah lukanya sembuh, Ridho tetap harus mendapatkan bantuan dalam aktivitas kesehariannya.
"Termasuk ke sekolah saya antar dan ditungguin sampai pulang karena dari rumah ke sekolah jalannya lumayan sulit juga kalau untuk anak kecil yang punya keterbatasan seperti Ridho. Sejak saat itu sampai sekarang saya dan istri enggak bisa bekerja jauh dari rumah. Sekarang Ridho sudah mulai bisa ditinggal, saya berharap tawaran pak Bupati Dadang yang akan memberi saya pekerjaan masih ada," kata Heri saat dikunjungi di rumahnya, Kamis (13/62019).
Menurut Heri, sebenarnya saat itu juga ia bisa saja langsung menerima tawaran pekerjaan yang disodorkan oleh Bupati Bandung di Stadion Si Jalak Harupat yang tak jauh dari rumahnya itu. Namun karena hampir setiap hari ia harus mengantar Ridho ke rumah sakit, pekerjaan itu tak diambilnya. Sedangkan saat ini, Ridho mulai bisa mandiri melakukan aktivitas sehari hari, ia berharap tawaran itu masih berlaku.
"Kalau nagih janji mah saya juga enggak berani yah walaupun beliau menjanjikan. Tapi yang namamya saya ini orang kecil sih bisanya cuma berharap tawaran pekerjaan itu masih ada buat saya. Mau kerja jadi petugas kebersihan atau apapun juga saya siap kok," ujarnya.
Selain berharap pekerjaan, Heri juga mempertanyakan keputusan Bupati Dadang yang menyatakan bahwa Ridho dijadikan anak angkat Kabupaten Bandung. Dengan begitu, kebutuhan hidup Ridho seperti biaya pendikan dan biaya pengobatan dan lainnya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung.
"Bantuan yang sudah saya terima dari Pemkab Bandung yakni dibebaskan biaya rumah sakit saat Ridho dirawat dan juga perbaikan rumah kami. Selebihnya sih enggak ada bantuan apa apa, bantuan pangan juga dari yang dijanjikan setiap bulan cuma ada satu kali waktu 2017 lalu," katanya.
Sebenarnya, lanjut Heri, ia sekeluarga tak memungkiri berbagai bantuan yang diberikan dari Pemkab Bandung maupun dari bobotoh dan pihak Persib. Namun semua bantuan tersebut sepenuhnya untuk biaya pengobatan dan penyembuhan Ridho. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ia harus bekerja serabutan dengan hasil yang tak seberapa. Sehingga, saat ini ia memerlukan pekerjaan untuk menafkahi anak istri dan ibu mertuanya yang sedang terbaring sakit sejak setahun lalu.
"Saya juga malu sama tetangga sekitar, dikiranya selama ini biaya hidup kami sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Bandung. Padahal, sama sekali tidak seperti itu, contohnya untuk keperluan seragam dan perlengkapan sekolah Ridho yah kami yang memenuhinya enggak dikasih oleh Pemkab," ujarnya.
Heri melanjutkan, saat ini kondisi kesehatan anaknya sudah 100 persen pulih. Meski telah kehilangan kaki kirinya, Ridho tetap tumbuh menjadi anak yang periang. Hobinya menyaksikan tim kesayangannya Persib Bandung tak pernah surut hingga saat ini. Bahkan beberapa kali Ridho yang saat ini akan naik kelas 2 di SDan Jelegong 1 itu, pernah beberapa kali menyaksikan laga Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat.
"Alhamdulilah dia anaknya tegar, periang dan ceria. Meskipun ada keterbatasan, ia tetap melakukan aktivitas sehari hari seperti biasa, termasuk main sepak bola sama temannya di halaman rumah," ujarnya.
Seperti diketahui Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Bandung Ahmad Djohara pada Minggu (4/9/2016) lalu mengunjungi Ridho di rumahnyahnya.
Dadang mengaku prihatin saat melihat kondisi Ridho. Ridho terlihat hanya tertidur di kasur yang dihamparkan di ruang tengah yang bercampur dengan ruang tamu. Kaki kiri bocah tampan itu terlihat sudah diamputasi. Pahanya hanya tersisa beberapa centimeter saja. Kaki kanannya pun terlihat masih diperban.
Beberapa waktu lalu, Ridho baru selesai operasi transplantasi kulit. Sisa kulit di kaki kanannya, dipindahkan ke kaki kirinya yang habis tergerus aspal.
”Masa depan Ridho masih panjang. Saya akan mengangkatnya jadi anak asuh Kabupaten Bandung,”ungkap Dadang.
Dengan menjadi anak asuh, Dadang mengungkapkan, Pemkab Bandung akan memperhatikan mengenai pendidikan hingga perkembangan psikologisnya. Sebagai anak yang kini mengalami disabilitas, suami dari Nia Agustina ini menilai sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan psikologis Ridho.
Dadang yakin, Ridho akan menjadi anak yang pintar, sabar, dan memberi kebanggaan terhadap orangtuanya. ”Banyak juga orang yang memiliki disabilitas, tapi kini menjadi orang sukses. Ridho juga pasti bisa,”tambah Dadang.
Saat mengetahui Ridho juga suka nonton Persib di televisi, Dadang menjanjikan kursi gratis untuk menonton klub kebanggaan Jawa Barat itu, langsung di Stadion si Jalak Harupat. Apalagi, kata Dadang, stadion si Jalak Harupat memiliki fasilitas untuk kaum disabel.
”Nanti kalau udah sembuh, Ridho nonton langsung ke stadion (Si Jalak Harupat). Tinggal bilang ke saya,’ ‘tegas Dadang.
Selain memberikan santunan, Dadang pun memberikan Heri pekerjaan di kawasan POJH. Menurut Dadang, masih banyak pekerjaan fisik yang bisa dilaksanakan di POJH. Dengan bekerja di POJH, Heri pun tetap dekat dengan keluarga dan bisa merawat Ridho. ”Sudah, jangan kerja lagi ke Garut. Saya siapkan pekerjaan di Jalak Harupat,” kata Dadang.(Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

