INILAH, Paris- Malam yang buruk bagi Paris Saint-Germain di Parc des Princess, Kamis (7/3) dini hari WIB. Mereka secara menyakitkan tersingkir dari Liga Champions.
PSG menyambut laga ini dengan kepercayaan diri begitu tinggi. Maklum, mereka menang 2-0 pada pertemuan pertama di markas Manchester United, Old Trafford, dua pekan lalu.
Tapi yang terjadi adalah sebuah kepahitan. Mereka sudah tertinggal ketika laga baru berlangsung dua menit. Romelu Lukaku mencetak gol cepat untuk Man United.
PSG sempat membalas lewat Juan bernat 10 menit berselang. Tapi lagi-lagi Lukaku mencetak gol untuk menutup babak pertama dengan skor 1-2 bagi tim tamu.
Sepertinya skor 2-0 akan berakhir. Bahkan, para fans PSG ada yang sudah siap-siap melakukan selebrasi. Sayang saja, drama terjadi setelah Presnel Kimpembe dianggap melakukan handball.
Wasit awalnya menunjuk corner kick. Tapi kemudian, dia memakai Video Assistant Referee (VAR) untuk mengubah keputusannya menjadi penalti. Marcus Rashford maju jadi eksekutor Man United dan menaklukkan Gianluigi Buffon. PSG pun tersingkir lantaran kalah agresivitas gol tandang.
Ini ibarat mengulang memori musim 2016/17, ketika mereka disingkirkan Barcelona dengan cara yang nyaris serupa. Ketika itu, PSG sudah mengantongi kemenangan 4-0 pada leg pertama di kandang sendiri.
Sayangnya ketika melawat ke Camp Nou, PSG kalah 1-6 dan mereka tersingkir dengan agregat 5-6. Mendapati kenyataan ini, kapten Thiago Silva tak banyak berkata-kata. Dia hanya menyampaikan permohonan maaf kepada para fans. "Sulit untuk bicara. Sangat disayangkan," ungkapnya dilansir situs resmi klub,.
"Kami bermain sangat bagus di sana, tapi di sana kami tidak melakukan hal-hal yang kami bicarakan sebelum pertandingan. Kami dalam laju yang bagus dan lagi-lagi cuma sampai di sini. Begitulah sepakbola. Tidak ada yang berjalan baik hari ini. Saya meminta kepada fans untuk memaafkan kami," pungkas Silva.