Pamer Makan Omakase, Lagu yang Dipakai Erina Gudono di Instagram Storiesnya Jadi Sorotan Netizen

Di tengah perdebatan netizen tentang Erina Gudono yang pamer omakase tersebut, salah seorang netizen salah fokus dengan lagu yang dipakai Erina di unggahan tersebut.

Pamer Makan Omakase, Lagu yang Dipakai Erina Gudono di Instagram Storiesnya Jadi Sorotan Netizen
Pamer Makan Omakase, Lagu yang Dipakai Erina Gudono di Instagram Storiesnya Jadi Sorotan Netizen

INILAHKORAN, Bandung - Unggahan Erina Gudono di Instagram Storiesnya lagi-lagi mengundang kritikan pedas dari netizen yang dinilai kerap pamer kemewahan.

Setelah private jet, kini Erina Gudono pamer mendapat makan omakase yang merupakan hadiah pasca melahirkan dari sang suami, Kaesang Pangarep.

Dalam unggahan di Instagram storiesnya, Erina Gudono terlihat memamerkan sebuah potongan besar ikan dan beberapa orang yang diyakini adalah chef serta pelayan hidangan omakase.

Erina Gudono juga turut mengucapkan terima kasih kepada Kaesang Pangarep karena dia akhirnya bisa menyantap lagi sushi.

"Terimakasih omakase di RSnya @kaesangp, akhirnya bisa makan sushi sashimi nigiri lagi," tulis Erina Gudono.

Di tengah perdebatan netizen tentang Erina Gudono yang pamer omakase tersebut, salah seorang netizen salah fokus dengan lagu yang dipakai Erina di unggahan tersebut.

Lagu yang dipakai Erina Gudono saat mengunggah hidangan omakase yang didapatnya tersebut langsung menjadi sorotan lantaran dianggap tidak sesuai.

Selain itu, arti dari lagu tersebut pun ternyata di luar dugaan. Hal ini diungkapkan oleh akun X @obatbatuk***.

"Dia tuh tau gak ya lagu itu tuh lagu tentang menikmati makanan terakhir sebelum mati?," tulisnya.

Adapun, lagu yang disematkan oleh Erina Gudono dalam unggahannya tersebut berjudul Mori no chiisana restaurant dari penyanyi asal Jepang, Aoi Teshima.

Salah seorang rekan influencer Jerome Polin, Yusuke juga sempat menjelaskan arti dari lagu tersebut di video TikToknya.

"Lagu ini kan orang Indonesia banyak yang tahu, ini ternyata lagu ini takut banget," ujarnya.

Yusuke juga mengartikan salah satu bait dari lagu tersebut yang menjelaskan tentang kematian.

"Mari kita bawa ke liang kubur. Malam ini adalah kursus penuh yang terakhir. Jadi kan lagunya tentang kematian, sambutan, dan kenyamanan melewati suasana fantasis sebuah restoran di hutan," kata Yusuke.

"Tempo lagunya kaya santai banget, hipotesa ini bener atau tidak gak tahu tapi ternyata bisa paham kaya gini. Waktu tau ini, aku merinding," sambungnya.


Editor : Firda Rachmawati