Pameran Pekan Ilmiah VIII di SMAN 3 Bandung

Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN) Bandung menggelar Pameran Pekan Ilmiah VIII. Temanya adalah Membangun Tradisi Ilmiah melalui Research Base Learning (RBL) Terintegrasi STEAM untuk Mempersiapkan Generasi 4.0.

Pameran Pekan Ilmiah VIII di SMAN 3 Bandung
Pameran Pekan Ilmiah VIII di SMAN 3 Bandung

INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN) Bandung menggelar Pameran Pekan Ilmiah VIII. Temanya adalah Membangun Tradisi Ilmiah melalui Research Base Learning (RBL) Terintegrasi STEAM untuk Mempersiapkan Generasi 4.0.

Hasil risetnya sendiri berasal dari proses pembelajaran Research Base Learning (RBL) siswa kelas XI yang dimulai sejak Januari sampai dengan April 2019. Melalui proses mencari masalah, mengambil data, mengolah data, membuat alat sampai presentasi serta publikasi hasil riset.

Pengunjungnya siswa kelas X, warga SMAN 3 Kota Bandung, dan para orang tua siswa yang memberikan apresiasi terhadap stan yang ada. Berjalannya kegiatan Pekan Ilmiah VIII di SMAN 3 Bandung tidak terlepas dari peran serta guru-gurunya.

Salah satu Guru Fisika SMAN 3, Diana, pembina tim Olimpiade dan Riset SMAN 3 Bandung mengatakan, bahwa pameran ilmiah tersebut merupakan rangkaian penilaian pembelajaran RBL.

Pengunjungnya kelas X mereka bisa mengambil ilmunya sedangkan pesertanya mempresentasikan hasil risetnya (tutor sebaya). Nanti akan diambil juaranya, yaitu hasil RBL terfavorit (versi siswa) riset yang sangat menarik menurut siswa/pengunjung. 

"Satu lagi riset terbaik yang dinilai oleh guru-guru, melihat dari konten serta isi penelitiannya,” kata Diana kepada wartawan, Jumat (26/4/2019).

Dia menambahkan, pesertanya dari setiap kelas XI yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat dan lima siswa. Sementara topiknya diberi kebebasan, mereka mencari sendiri.

“Kenapa pesertanya kelas XI karena materi belajarnya lebih banyak dari kelas X. Sedang untuk kelas XII  dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Jadi sangat tepat model pembelajaran ini diberikan kepada siswa kelas XI,” ujarnya.

"Setiap tahun kegiatannya memiliki karakter yang berbeda. Tahun ini sekitar 60 persen, hasil riset anak-anak kebanyakan menggunakan aplikasi IT, datanya lebih terukur dan lebih akurat,” imbuhnya.

Dalam melakukan risetnya, kata Diana, para siswa didampingi oleh guru pembina, seperti Guru Fisika, Biologi, Kimia, dan Guru Ilmu Sosial.

Setiap hasil RBL itu kolaborasi antara Guru Bahasa Indonesia serta Guru Fisika, Biologi, Kimia, dan Ilmu Sosial. Karena penyampaiannya harus disampaikan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Harapan kami dengan kegiatan ini akan ada pembaharuan pendidikan di Indonesia. Mengedepankan pembelajaran melalui riset. Membangun kemampuan siswa tidak hanya belajar secara teoritik, tetapi belajar praktikal juga,” imbuhnya.

Selain pameran ilmiah, kegiatannya diisi dengan berbagai acara, di antaranya seminar ilmiah dari Mycoteck, workshop panel surya, lomba Matematika antar SMP se-Jabar, lomba esai antar SMP, serta lomba riset antar kelas X. (Okky Adiana)


Editor : suroprapanca