Panitia Natal Nasional 2025 Gelar Maraton Seminar di Sembilan Kota di Indonesia
Panitia Natal Nasional 2025 secara resmi membuka rangkaian Seminar Natal Nasional yang berlangsung di sembilan kota di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Panitia Natal Nasional 2025 secara resmi membuka rangkaian Seminar Natal Nasional yang berlangsung di sembilan kota di Indonesia.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait mengatakan, mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.
Seminar diselenggarakan Panitia Seminar Nasional sebagai bagian dari agenda resmi Panitia Natal Nasional 2025. Selain bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia.
Secara khusus, dengan kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah, seminar diharapkan mampu memberi pemetaan tantangan keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia.
Panitia juga berencana menerbitkan buku dalam bentuk elektronik agar bisa dibaca dan menjadi ruang refleksi yang kaya, relevan, dan berdampak bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.
Maruarar Sirait menyampaikan, seminar bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan.
“Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” ujar Maruarar Sirait dalam keterangan resminya, Rabu 10 Desember 2025.
Ia menegaskan, pelaksanaan seminar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin.
Rangkaian kegiatan dibuka di Bandung melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI. Selanjutnya seminar digelar di Medan (11 Desember 2025) bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen; di Manado (11 Desember 2025) bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya (12 Desember 2025) melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.
Kegiatan juga berlangsung di Ruteng (13 Desember 2025) dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon (15 Desember 2025) bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja (18 Desember 2025) bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan seminar utama di Jakarta (3 Januari 2026 yang diselenggarakan bersama STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI.
Maruarar Sirait menegaskan, momentum Natal selalu mengingatkan masyarakat untuk kembali pada nilai kasih, dan kepedulian.
“Semoga rangkaian seminar ini menjadi berkat bagi banyak keluarga di Indonesia dan menjadi pengingat bahwa pesan Natal tidak hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui tindakan yang membawa kebaikan dan harapan,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

