Pansel Dibentuk, Rubaeah Pimpin RSUD Kota Bogor Sementara

Panitia Seleksi (Pansel) Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor telah dibentuk. Tim sedang menunggu rekomendasi Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Untuk mengisi jabatan Direktur Utama (Dirut), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Syarif Hidayat menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menjadi nahkoda sementara meneruskan program-program unggulan, termasuk megaproyek 300 kamar rawat inap RSUD Kota Bogor.

Pansel Dibentuk, Rubaeah Pimpin RSUD Kota Bogor Sementara
Foto: Istimewa

INILAH, Bogor – Panitia Seleksi (Pansel) Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor telah dibentuk. Tim sedang menunggu rekomendasi Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Untuk mengisi jabatan Direktur Utama (Dirut), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Syarif Hidayat menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menjadi nahkoda sementara meneruskan program-program unggulan, termasuk megaproyek 300 kamar rawat inap RSUD Kota Bogor.

"Pembentukan Pansel RSUD sudah diusulkan ke KASN. Panselnya sudah ada tujuh orang. Pansel ini disatukan dengan open bidding Bapenda Kota Bogor. Saat ini menunggu respons KASN dahulu," ungkap Ade Syarif kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Ade mengatakan, Pansel akan berdiskusi dan berbicara teknis terkait persyaratan setelah keluar rekomendasi KASN. Agar tidak ada jeda kepemimpinan di RSUD Kota Bogor, Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah diperintahkan menjadi Plt Dirut RSUD Kota Bogor mulai 6 Mei 2019.

"Saya sangat berharap kepada seluruh pihak baik tenaga medis ataupun non medis di RSUD Kota Bogor untuk punya sikap yang sama. Siapapun yang memimpin harus memberikan pelayanan yang sama," tambahnya.

Rubaeah menuturkan, dirinya ingin proyek pembangunan gedung rawat inap kelas 3 yang dilelang senilai Rp101 miliar dipercepat karena waktu pengerjaan harus selesai akhir tahun.

"Saya minta dipercepat, tetapi yang penting on the track sesuai aturan. Saya lihat waktu pengerjaan mepet. Jadi harus dikerjakan, akhir Mei sudah harus siap dengan segala risikonya," tutur Rubaeah.

Rubaeah melanjutkan, persiapan megaproyek pembangunan itu, RSUD harus mempersiapkan hal-hal pendukung lainnya karena akan berdampak pada pasien yang sedang dalam perawatan. Akan ada perpindahan pasien, saat ini RSUD Kota Bogor mulai menyiapkan sarana untuk pemindahan pasien sementara.

"Saya juga membuat alur supaya tidak menganggu dalam hal pelayanan. Ini semua harus dipersiapkan dari sekarang," tambahnya.

Rubaeah mengaku telah melakukan konsolidasi internal untuk mengetahui masalah yang harus segera diselesaikan. Sebab, RSUD Kota Bogor harus tetap berkomitmen dengan mengutamakan pelayanan.

’"Kami harus tetap berkomitmen mengutamakan pelayanan jangan sampai terganggu, jadi lanjutkan semua kebijakan Bu Dewi yang baik.  Apabila ada yang kurang akan kami perbaiki dan optimalkan," terangnya.

Rubaeah menjelaskan, dirinya menemukan kekosongan lima jabatan strategis, di antaranya posisi Wadir Umum, satu Kabid. dan tiga posisi Kasi. Setelah didata ternyata ada masalah Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kekosongan jabatan ini jangan sampai mengganggu pelayanan," jelasnya.

Rubaeah berharap proses open bidding bisa segera dilakukan sehingga RSUD bisa memiliki direktur definitif.

"Saat ini sedang menyusun tim pansel dulu, saya harap segera jadi di Juni mendatang dan sudah ada direktur definitif," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG