Pasangan di Desa Cibalung Ini Trauma, Anaknya Nyaris Dibunuh Perampok

Apipudin (Apip), Iyen dan dua orang anaknya warga Kampung Bakan Haruman RT 004 RW 002, Desa Cibalung, Cijeruk, Kabupaten Bogor yang menjadi korban perampokan Rabu, (15/1) lalu masih mengalami trauma mendalam.

Pasangan di Desa Cibalung Ini Trauma, Anaknya Nyaris Dibunuh Perampok
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cijeruk - Apipudin (Apip), Iyen dan dua orang anaknya warga Kampung Bakan Haruman RT 004 RW 002, Desa Cibalung, Cijeruk, Kabupaten Bogor yang menjadi korban perampokan Rabu, (15/1) lalu masih mengalami trauma mendalam.

Iyen yang ditemui wartawan di rumahnya mengaku semenjak  dirampok bulan Januari lalu, Ia dan keluarga mengalami trauma mendalam hingga kepada setiap orang ga dikenal (terutama pria) ia bersikap curiga.

"Sampai sekarang masih trauma, sulit menceritakan ihwal kejadian perampokan hingga kalau ada orang ga dikenal dan bertamu saya diam saja dan ada sikap curiga," ujar Iyen kepada wartawan, Jumat (7/2).

Ia menerangkan kawanan perampok ini masuk dari ruangan dapur yang letaknya di basemant dengan cara mencongkel jendela, lalu naik ke lantai satu dan masuk ke kamar tidurnya.

"Saya dan suami baru tidur pukul 12 malam, lalu tiba - tiba pukul 01.30 WIB dia membangunkan kami, mengikat tangan saya, suami dan anak laki - laki yang berusia 10 tahun. Perampoknya sadis karena anak perempuan saya yang berusia 5 tahun mau dibunuh kalau saya dan suami mau berteriak," terangnya.

Iyen mengungkapkan sambil diancam dengan golok, para pelaku perampokan mengacak - acak kamar dan lemari, mereka pun berhasil mengambil uang sekitar Rp 97 juta, 30an gram perhiasan emas, 10 karung beras, seluruh stock rokok di warung milik saya, pakaian yang dijual ditoko, tiga buah handphonde, satu unit mobil Toyota Rush, satu unit mobil pick up Mitshubishi dan satu unit motor honda beat.

"Sejak mereka masuk dan berhasil menyekap kami di kamar tidur, satu persatu benda berharga kami dibawa kabur, sepeda motor dibawa, mobil Toyota Rush dibawa lalu mobil pick up yang berisi puluhan karung beras juga dibawa dan barang dagangan lainnya juga dibawa. Saya sempat dipukul dengan kayu karena berteriak minta tolong melalui jendela kamar," ungkap Iyen.

Setelah kawanan perampok sadis kabur, anak perempuan Apip dan Iyen yang tidak diikat tangannya pun melepaskan lakban yang membungkam orang tua dan kakaknya.

"Anak perempuan saya yang masih kecil yang membuka lakban kami, lalu dengan duduk berseret - seret kami akhirnya busa melepas ikatan tali yang mengikat tangan kami. Setelah itu baru kami minta tolong ke rumah orang tua yang jaraknya 100 meter lebih," tuturnya 

Iyen melanjutkan dari sekian banyak pelaku, ada dua orang pelaku perampok sadis yang ditutup mukanya dan tidak pernah ngomong waktu melakukan aksi perampokan.

"Ada dua orang pelaku perampok yang menutup mukanya dan tidak pernah bicara saat melakukan aksi kejahatannya, perasaan curiga bahwa kami dan mereka saling kenal (warga sekitar) itu ada tapi kami serahkan kepada pihak kepolisian karena mungkin merekalah yang menunjukkan lokasi perampokan karena kalau saya baca berita di koran, pelaku perampokan lainnya  yang sudah ditangkap itu warga Kabupaten Sukabumi- Kabupaten Cianjur, warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan warga Kecamatan  Cigudeg, Kabupaten Bogor," lanjut wanita berusia 38 tahun ini. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat